Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wagub Taj Yasin Lepas KKN UIN Saizu, Dorong UMKM dan Moderasi
Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin nampak menyalami dua mahasiwa yang secara simbolik melepas 2836 lainnya untuk KKN di berbagai daerah, Rabu (15/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Wagub Jateng Taj Yasin melepas 2.832 mahasiswa KKN UIN Saizu ke lima kabupaten, mendorong penguatan UMKM, pariwisata, dan moderasi beragama agar hasil pengabdian berkelanjutan.
  • Program KKN internasional tahun kelima mengirim delapan mahasiswa ke Malaysia untuk pembinaan keagamaan sekaligus memperkuat kerja sama pendidikan antarnegara.
  • Konsep 'KKN Berdampak' menekankan keberlanjutan berbasis potensi lokal melalui pendekatan Asset Based Community Development agar masyarakat dapat melanjutkan program setelah masa KKN selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Purwokerto, IDN TimesWakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin melepas secara resmi 2.832 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Angkatan ke-58, Rabu (15/7/2026). Tema KKN Berdampak, para mahasiswa didorong menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan potensi desa sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di lokasi pengabdian.

Dari total peserta, sebanyak 2.832 mahasiswa diterjunkan ke empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, dan Purbalingga. Sementara 496 mahasiswa lainnya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Delapan mahasiswa terpilih mengikuti program KKN internasional di Malaysia.

Gus Yasin meminta mahasiswa tidak sekadar menjalankan program pengabdian, melainkan juga berkontribusi memperkuat sektor pariwisata, mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta memperkuat moderasi beragama di desa-desa.

“Mahasiswa bisa membantu memvalidasi data kemiskinan, mendampingi UMKM agar memiliki PIRT dan sertifikat halal, sekaligus memperkuat pemasaran produknya. Yang terpenting, hasil kajian mahasiswa jangan berhenti saat KKN selesai, tetapi harus ada tindak lanjut agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yasin katanya kepada IDN Times usai temui mahasiswa.

1. Taj Yasin sebut banyak potensi desa belum dikembangkan

Kepada ribuan mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, Wagub Taj Yasin sebut banyak potensi desa yang belum dikembangkan secara maksimal, Rabu (15/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Wagub jateng Taj Yasin juga menambahkan bahwa banyak potensi desa yang belum dikembangkan secara maksimal. Produk lokal yang selama ini dijual dalam bentuk mentah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Gus Yasin juga menegaskan kesiapan pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memfasilitasi hasil program KKN. Pihaknya siap mendukung pendampingan UMKM, termasuk pengurusan izin PIRT dan sertifikasi halal yang digratiskan melalui BPOM dan Pemprov Jateng.

Selain itu, mahasiswa didorong mendampingi masyarakat dalam isu kesehatan dan kerukunan beragama.

“Kami akan menindaklanjuti agar ada keberlanjutan. Jangan sampai ide-ide mahasiswa berhenti ketika mereka pulang,” tegasnya.

2. KKN internasional masuki tahun kelima

Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sonhaji, menyampaikan bahwa program KKN internasional tahun ini memasuki tahun kelima, Rabu (15/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sonhaji, menyampaikan bahwa program KKN internasional tahun ini memasuki tahun kelima. Delapan mahasiswa diterjunkan ke daerah-daerah terpencil di Malaysia untuk memberikan pembinaan keagamaan, termasuk mengajarkan tata cara perawatan jenazah kepada masyarakat Muslim yang minim akses pendidikan agama.

“Program ini menjadi bagian dari visi internasionalisasi kampus. Melalui KKN internasional, mahasiswa tidak hanya mengabdi, tetapi juga memperkuat kerja sama pendidikan dengan Malaysia. Bahkan, beberapa warga dan alumni lokasi KKN kini melanjutkan studi di UIN Saizu,” kata Prof. Sonhaji.

Selain KKN reguler dan internasional, UIN Saizu juga menggelar KKN kolaboratif bersama beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), antara lain UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

3. Kapus LPPM jelaskan konsep KKN berdampak

Konsep KKN Berdampak di UIN Saizu Purwokerto mengikuti kurikulum nasional yang menekankan output, outcome, dan keberlanjutan, Rabu (15/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus LPPM) UIN Saizu, Mawi Khusni Albar, menjelaskan bahwa KKN Angkatan ke-58 ini terdiri dari beberapa jenis yakni KKN reguler, internasional, kolaborasi PTKIN, KKN Nusantara, dan KKN responsif. Semua jenis dilaksanakan dengan jadwal masing-masing dan dilepas secara bersama.

“Destinasi KKN tahun ini meliputi lima kabupaten empat di Jawa Tengah (Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara) dan satu di Pangandaran, Jawa Barat,” jelasnya.

Menurut Mawi, konsep “KKN Berdampak” mengikuti kurikulum nasional yang menekankan output, outcome, dan keberlanjutan. Program ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan berbasis Asset Based Community Development (ABCD).

“Mahasiswa mengidentifikasi aset desa melalui observasi dan wawancara, kemudian bersama masyarakat menyepakati intervensi. Meski durasi hanya 40 hari, kegiatan diharapkan dapat dilanjutkan masyarakat. Contoh keberhasilan sebelumnya adalah program sedekah sampah berbasis masjid dan bank sampah, di mana sampah yang semula masalah berubah menjadi aset dan berkah,” paparnya.

4. Mahasiswa KKN sebut sarankan perkuat kolaborasi humas desa

Intan Asram Sikasari (depan) dan rekannya, Salah satu kelompok mahasiswa yang ditempatkan di Desa Sokawera, Kecamatan Padak, Banyumas,, Rabu (15/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Salah satu kelompok mahasiswa yang ditempatkan di Desa Sokawera, Kecamatan Padak, Banyumas, misalnya, fokus pada potensi pertanian. Intan Asram Sikasari, perwakilan kelompok yang terdiri dari 15 mahasiswa (10 perempuan dan 5 laki-laki), mengatakan pihaknya telah melakukan survei dan menemukan peluang pengolahan produk pertanian menjadi produk bernilai tambah untuk distribusi pangan.

“Kami akan memperkuat humas desa agar kolaborasi dengan pemerintahan terkait lebih baik, sehingga pengolahan pangan dapat didistribusikan ke daerah lain,” ujarnya.

Program KKN Angkatan ke-58 ini akan berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026. Diharapkan seluruh kegiatan mampu menghasilkan program pengabdian yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article