Comscore Tracker

Musim Hujan Tiba, 30 Daerah di Jateng Ini Rawan Longsor

Tiga kabupaten/kota yang aman dari bencana longsor

Magelang, IDN Times - Memasuki awal November 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mulai memetakan sejumlah daerah yang rawan bencana tanah longsor. Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto menyebutkan hampir seluruh daerahnya berpotensi timbul tanah longsor. 

"Titik rawan longsor di Jawa Tengah itu sebenarnya merata. Ada di hampir 30 daerah," ungkapnya kepada IDN Times, Selasa (5/11). 

1. Solo, Kota Magelang, Salatiga aman dari longsor

Musim Hujan Tiba, 30 Daerah di Jateng Ini Rawan Longsorsurakarta.go.id

Sudaryanto mengatakan sejauh ini cuma ada tiga wilayah yang bisa dikatakan lolos dari ancaman tanah longsor. 

Ketiga wilayah yang dimaksud antara lain, Kota Magelang, Kota Solo dan Kota Salatiga. "Magelang kota, Salatiga dan Solo aman dari longsor," imbuhnya. 

Baca Juga: Satu Tewas Dua Luka Berat Akibat Longsor di Banjarnegara 

2. Potensi longsor tertinggi ada di Banjarnegara. Warga di saluran irigasi harus dipindah

Musim Hujan Tiba, 30 Daerah di Jateng Ini Rawan LongsorBasarnas Makassar

Lebih lanjut, menurutnya lokasi rawan longsor terparah kini berada di Banjarnegara. Bahkan saat awal bulan ini saja, sebuah rumah di Banjarnegara tertimbun longsor akibat saluran irigasi yang jebol. 

Kejadian ini membuat seorang tewas seketika dan dua orang terluka. Pihaknya telah meminta kepada Pemkab Banjarnegara untuk merelokasi warga yang masih tinggal di sejumlah saluran irigasi. 

3. BPBD Jateng: Saatnya meningkatkan kesiapsiagaan

Musim Hujan Tiba, 30 Daerah di Jateng Ini Rawan LongsorIDN Times/Fariz Fardianto

Untuk daerah dengan potensi tanah retak yang tinggi, katanya masyarakat harus bahu membahu menutup rekahan tanah dengan bebatuan agar tertutup rapat.

Selain itu, hujan lebat disertai angin kencang membuat arus lalin di Jalan Demak-Kudus, Senin sore kemarin tersendat. "Cuaca ekstrem membuat Jalan Demak Kudus terhalang pohon yang roboh. Empat mobil rusak kena pohon yang ambruk," terangnya. 

"Yang penting sekarang waktunya masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Karena saat pancaroba sering muncul cuaca ekstrem dengan hujan disertai angin kencang," tambahnya. 

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk aktif memangkas dahan pohon yang membahayakan pengguna jalan. Dalam waktu dekat pihaknya akan rakor bersama BPBD kabupaten/kota, BMKG dan unsur TNI/Polri untuk memetakan kerawanan bencana selama musim penghujan. 

Baca Juga: Tak Cuma Menolong Korban Bencana, Petugas BPBD Juga Bantu Lepas Cincin

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya