Comscore Tracker

Resah Tawon Vespa di Jateng, Ganjar Ajak Ahli Serangga Usir Tawon Ndas

Undip sudah bersedia

Semarang, IDN Times - Merebaknya serangan tawon ndas di sejumlah kabupaten/kota membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut turun tangan. 

 

1. Pemusnahan tawon ndas butuh tenaga ekstra

Resah Tawon Vespa di Jateng, Ganjar Ajak Ahli Serangga Usir Tawon Ndasdailycampus.com

Ganjar mengatakan, memusnahkan tawon ndas alias tawon Vespa Affinis memang butuh kerja keras dari sejumlah petugas dinas terkait agar kawanan hewan tersebut tak lagi membahayakan nyawa manusia.

"Kita sudah mendapat laporan dari beberapa dinas bahwa keberadaan tawon ndas ini sudah menimbulkan korban di daerah-daerah seperti Klaten dan Pemalang. Kejadian ini harus diwaspadai karena koloninya berada dekat dengan pemukiman manusia," katanya, Senin (2/12).

Baca Juga: Populasi Tawon Ndas Meningkat, BPBD Musnahkan 2 Sarang Vespa Affinis

2. Ganjar: Kita usir tawon ndas tanpa merusak sarangnya

Resah Tawon Vespa di Jateng, Ganjar Ajak Ahli Serangga Usir Tawon Ndaswww.natureloveyou.sg

Ia mengimbau kepada para petugas Damkar yang mendapat laporan terkait pemusnahan tawon ndas, supaya tidak merusak sarangnya.

Pihaknya menawarkan kepada para akademisi khususnya yang punya basic penelitian hewan serangga supaya ikut bergerak untuk memberantas kawanan tawon ndas.


"Ini kita minta agar kampus-kampus yang punya keahlian di bidang serangga, agar aktif bersama kami untuk berupaya memusnahkan tawon ndas di pemukiman warga. Kalau bisa sarangnya jangan sampai rusak. Tapi kita usir hewan tersebut biar jauh dari warga," terangnya.

Baca Juga: Diserang Tawon Vespa, Satu Warga Semarang Tewas, Belasan Luka-luka

3. Undip terjunkan Tim KKN mahasiswa dan para ahli untuk bantu memusnahkan tawon ndas

Resah Tawon Vespa di Jateng, Ganjar Ajak Ahli Serangga Usir Tawon NdasIDN Times/Fariz Fardianto

Sedangkan, Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama saat dikonfirmasi, mengaku siap mendukung ajakan Ganjar dalam memerangi kawanan tawon ndas.

Upaya yang ia lakukan, ialah berkoordinasi dengan para ahli di pusat penelitian hewan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (Faperta) untuk dilibatkan dalam aksi pemusnahan tawon ndas.

"Kita juga punya dana penelitian untuk menggerakkan KKN mahasiswa, mengerjakan penelitian bagaimana caranya memusnahkan tawon ndas yang sering menyerang warga. Yang pasti, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian akan membantu," pungkasnya.

Baca Juga: Sidang Gugatan Molor, Suteki Sebut Rektor Undip Sengaja Ulur Waktu

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Just For You