Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Biaya Mahal, Ratusan Perempuan Semarang Serbu Skrining Kanker Gratis
Ratusan perempuan mengikuti skrining kanker payudara dan cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Semarang, 10-12 Agustus 2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Ratusan perempuan di Semarang mengikuti skrining kanker payudara gratis, terutama pengemudi ojek online, lansia, dan warga berpenghasilan rendah yang terkendala biaya pemeriksaan.
  • Pemkot Semarang meminta tindak lanjut medis bagi peserta dengan indikasi penyakit melalui skema UHC, agar pemeriksaan lanjutan dan pengobatan tidak menambah beban biaya.
  • Program 10–12 Agustus 2026 menyediakan kuota 900 peserta serta layanan gratis kanker leher rahim, tuberkulosis, mata, gigi, dan donor darah, berkolaborasi dengan rumah sakit serta Rotary Club.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10–12 Agustus 2026

Pemkot Semarang menggelar skrining kanker gratis dengan kuota total 900 peserta. Layanan mencakup skrining kanker payudara dan leher rahim, pemeriksaan tuberkulosis, mata, gigi, serta donor darah.

11 Agustus 2026

Balai Kota Semarang dipadati ratusan perempuan yang memanfaatkan skrining kanker payudara gratis. Wali Kota Agustina Wilujeng membuka kegiatan dan meminta tindak lanjut medis bagi peserta dengan indikasi penyakit melalui UHC.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Semarang menggelar skrining kanker payudara gratis serta layanan kesehatan lain bagi perempuan dan warga rentan, dengan kuota total 900 peserta selama tiga hari.
  • Who?
    Perempuan pengemudi ojek online, lansia, dan warga berpenghasilan rendah mengikuti layanan. Pemkot Semarang berkolaborasi dengan sejumlah rumah sakit serta Rotary Club Semarang Tugu Muda dan Rotary Club Semarang Kunti.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Balai Kota Semarang, Kota Semarang.
  • When?
    Layanan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026. Balai Kota Semarang dipadati ratusan perempuan sejak pagi pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Why?
    Program menyasar kelompok yang sulit mengakses pemeriksaan kesehatan akibat biaya dan rendahnya akses deteksi dini kanker payudara.
  • How?
    Panitia menyediakan sekitar 300 kuota peserta per hari. Peserta mendapat skrining payudara, kanker leher rahim, tuberkulosis, mata, gigi, dan donor darah; temuan gejala akan ditindaklanjuti melalui UHC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan perempuan datang ke Balai Kota Semarang untuk periksa kanker gratis. Banyak ibu ojek online, nenek, dan warga yang uangnya sedikit ikut datang. Ana yang berumur lebih dari 50 tahun baru pertama kali periksa karena biasanya mahal. Pemeriksaan ini ada sampai 12 Agustus dan bisa membantu 900 orang. Jika ada yang sakit, mereka akan dibantu lanjut berobat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Antusiasme ratusan perempuan di Semarang memperlihatkan bahwa ketika hambatan biaya dihapuskan, layanan deteksi dini dapat menjangkau warga yang sebelumnya belum pernah diperiksa. Kolaborasi pemerintah kota, rumah sakit, dan komunitas, disertai komitmen tindak lanjut melalui UHC, memberi ruang yang lebih aman bagi kelompok rentan untuk memperoleh perhatian kesehatan yang mereka butuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Balai Kota Semarang dipadati ratusan perempuan sejak pagi, Selasa (11/8/2026). Mereka datang bukan untuk mengurus administrasi, melainkan memanfaatkan layanan skrining kanker payudara gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

1. Banyak perempuan baru pertama kali menjalani skrining

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memantau pelaksanaan skrining kanker payudara dan cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Semarang, 10-12 Agustus 2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Program yang berlangsung selama tiga hari itu menyasar kelompok perempuan rentan yang selama ini sulit mengakses pemeriksaan kesehatan karena kendala biaya. Mulai dari pengemudi ojek online perempuan, lansia, hingga warga berpenghasilan rendah menjadi sasaran utama kegiatan tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng yang membuka langsung kegiatan itu menilai biaya pemeriksaan masih menjadi salah satu alasan banyak perempuan menunda deteksi dini kanker.

“Paling banyak kelompok rentan ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah tidak punya pendapatan,” ungkapnya.

Salah satu warga yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, Ana mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan kanker payudara. Perempuan berusia di atas 50 tahun itu mengatakan selama ini dirinya belum pernah melakukan skrining karena biaya pemeriksaan yang dianggap cukup mahal.

“Sangat membantu, karena memang terutama untuk perempuan usia di atas 50 tahun itu penting banget pemeriksaan payudara. Selama ini belum pernah periksa karena biayanya memang besar,” kata warga Kelurahan Sekayu itu.

2. Akses kelompok rentan jangkau layanan deteksi dini penyakit masih rendah

Ratusan perempuan mengikuti skrining kanker payudara dan cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Semarang, 10-12 Agustus 2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Fenomena tersebut menjadi gambaran masih rendahnya akses kelompok rentan terhadap layanan deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya kanker payudara yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

Agustina menegaskan, kegiatan ini tidak boleh berhenti pada tahap pemeriksaan awal saja. Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan setiap peserta yang ditemukan memiliki indikasi penyakit mendapatkan tindak lanjut medis.

Menurutnya, banyak kasus kanker baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut karena pasien tidak pernah melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Kepada Dinas Kesehatan, saya perintahkan jika ada temuan gejala dalam proses deteksi ini, saya minta ada tindak lanjut. Dan itu harus ditutup dengan UHC supaya tidak perlu mengeluarkan pembiayaan,” tegasnya.

Dengan skema Universal Health Coverage (UHC), peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan dapat memperoleh layanan tanpa terbebani biaya tambahan. Program skrining gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Semarang dengan sejumlah rumah sakit, yakni RS Siloam Hospitals Semarang, RS Samsoe H, RS William Booth, dan RSUD KRMT Wongsonegoro.

3. Kuota 900 peserta dalam tiga hari

Ratusan perempuan mengikuti skrining kanker payudara dan cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Semarang, 10-12 Agustus 2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Selain itu, kegiatan juga didukung Rotary Club Semarang Tugu Muda dan Rotary Club Semarang Kunti. Setiap hari panitia menyiapkan kuota sekitar 300 peserta, sehingga total terdapat 900 warga yang bisa mendapatkan layanan selama pelaksanaan kegiatan pada 10–12 Agustus 2026.

Selain skrining kanker payudara, peserta juga dapat mengakses sejumlah layanan kesehatan lain secara gratis. Antara lain pemeriksaan kanker leher rahim, skrining tuberkulosis menggunakan X-ray portable, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi, hingga donor darah.

Agustina bahkan sempat berkeliling memantau langsung seluruh layanan sebelum berbaur dengan peserta dalam kegiatan hiburan dan bazar UMKM yang digelar di lokasi.

Bagi Pemkot Semarang, kegiatan ini bukan sekadar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk menemukan kasus kanker lebih awal sekaligus memperluas akses kesehatan bagi perempuan yang selama ini belum tersentuh layanan deteksi dini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article