Semarang, IDN Times - Melemahnya nilai tukar rupiah telah berdampak terhadap penjualan suku cadang kendaraan. Di Kota Semarang, harga suku cadang sepeda motor mengalami lonjakan sejak sebulan terakhir.
Terpantau di pusat perdagangan suku cadang kendaraan Jalan MT Haryono Semarang Timur, rata-rata harga suku cadang sepeda motor mulai merangkak naik sekitar 10 persen.
Joko Leksono, seorang pedagang suku cadang sepeda motor di Toko Sahabat Motor mengakui dampak nyata dari situasi ekonomi yang tidak stabil beberapa bulan belakangan.
Hampir semua jenis suku cadang sepeda motor yang ia jual bertambah mahal ketimbang kondisi normal.
"Semuanya naik (suku cadang). Banyak jenisnya. Oli juga naik 10 persenan. Yang tadinya harganya Rp46 ribu, sekarang sudah jadi 57 ribu," kata Joko kepada IDN Times, Di tokonya, Selasa (2/7/2026).
Meski tak tahu pasti penyebab pasti kenaikan harga suku cadang yang terjadi sekarang, namun hampir seluruh produk suku cadang mengalami kenaikan signifikan.
Di tokonya selama ini melayani penjualan suku cadang sepeda motor macam rantai, buring, kampas rem, minyak rem rantai, gir dan ragam jenis lainnya.
Sedangkan dirinya juga menjual beragam merek oli seperti enduro, federal, castrol. Diakuinya kenaikan harga suku cadang dialami sejak sebulan terakhir.
Untuk kondisi pembeli, katanya saat ini cenderung sepi. "Pembelinya sepi. Gak ramai kalau di kawasan ini. Soalnya jualannya eceran," ungkapnya.
Terpisah, fluktuasi harga suku cadang sepeda motor juga dialami diler Planet Ban. Seperti harga kampas rem kini dijual Rp69 ribu, kampas rem cakram seharga Rp64 ribu, kampas kopling matic seharga Rp125 ribu dan v-belt seharga Rp88 ribu.
