Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memerintahkan semua pengelola SPPG se-Jawa Tengah untuk mengambil pasokan telur dan daging ayam ke koperasi peternak unggas maupun asosiasi peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).
Pasalnya, pihaknya telah meneken perjanjian untuk penguatan kerjasama antara Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal dengan Pinsar Jateng.
Penguatan kerjasama untuk memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) terkait pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).
"Kita sudah perkuat kerjasama mengenai SOP MBG di Jawa Tengah. Semua SPPG se-Jateng harus mentaati aturan itu. Sudah ada kesepakatan," kata Gus Yasin, Jumat (19/7/2026).
Lebih lanjut lagi, Gus Yasin juga menekankan dengan bersepakat bersama KPUS Kendal dan Pinsar Jateng, maka setiap pelaksanaan MBG harus menggunakan bahan baku telur dan daging ayam yang dipasok dari para peternak.
Dalam dua hari per minggunya, katanya MBG harus menggunakan menu telur dan daging ayam.
"Kita sepakati pasokan MBG. Kita sepakat satu minggu menunya telur dua kali sama daging ayam dua kali. Semua SPPG harus membeli pasokan makanan dari Jateng baik yang dikelola koperasi maupun asosiasi petelur dan peternak ayam," akunya.
Gus Yasin juga berkata upaya yang ia lakukan semata untuk melindungi para petani dan peternak unggas lokal.
Adapun dalam nota perjanjian antara Pemprov Jateng dan KPUS dan Pinsar Jateng, ia menyebut patokan harga telur disepakati senilai Rp26 ribu per kilogram. Sedangkan patokan harga daging ayam untuk MBG yakni Rp35 ribu per kilogram.
"Itu untuk harga tertinggi. Kami atur itu untuk penguatan agar peternak tercover terlindungi agar perputaran perekonomian masuk ke semua lapisan masyarakat," kata Gus Yasin.
Ketua KPUS Kendal, Suwardi menyambut baik adanya kesepakatan dengan Pemprov Jateng mengenai patokan harga telur untuk kebutuhan MBG.
"Kami tentu menyambut dengan senang hati atas langkah yang ditempuh pemerintah provinsi. Karena selama ini ada banyak perbedaan harga setiap SPPG mengambil telur dari peternak. Pastinya kami yang dirugikan apalagi kondisi saat ini harga telur turun drastis karena kondisi ekonomi nasional sangat lesu," paparnya.
