Semarang, IDN Times - Semua Ketua PSI setingkat DPC di Kota Semarang memilih mundur dari jabatannya sebagai bentuk solidaritas atas pencopotan Ketua PSI Semarang Bangkit Mahanantiyo.
Informasi yang dihimpun, Bangkit dicopot dari jabatannya lalu posisinya digantikan Ari Nugroho sebagai Plt Ketua PSI Kota Semarang.
Dari informasi internal PSI, pencopotan Bangkit sesuai surat keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah.
Bayu Romawan, Wakil Ketua DPD PSI Kota Semarang yang salah satunya mundur dari struktural pimpinan PSI.
Bayu mengakui dirinya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai bentuk keprihatinan atas konflik internal yang ada di partai besutan Kaesang Pangarep tersebut.
“Biarkan pengurus yang dianggap lebih mampu untuk membumikan partai ini dan menguatkan akar-akar organisasinya. Kami tetap menjadi kader PSI," katanya, Minggu (22/2/2026).
Lebih jelas lagi ia bilang bahwa Sekretariat DPD saat ini sudah ditutup dan seluruh aset dikembalikan kepada pihak yang berhak meneruskan kepengurusan.
Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, menuding pencopotan Bangkit jadi wujud arogansi elite DPW PSI Jawa Tengah. DPW seharusnya berperan sebagai jembatan komunikasi antara DPC dan DPP, bukan justru menimbulkan kebingungan di internal partai berlambang gajah tersebut.
Selain itu, adanya penunjukan Plt Ketua PSI Kota Semarang menjadi indikator kemunduran PSI wilayah Jawa Tengah.
“Tapi kenyataannya DPW tidak mampu menjadi jembatan. Terkesan bingung dengan kondisi sekarang. Terakhir yang saya ingat, beliau hanya mengatakan ‘tanya saja ke DPP’. Bagi saya, itu jawaban yang ambigu,” ujar Teguh.
Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq, mengatakan dirinya juga memilih mundur dari struktur pimpinan DPC PSI Semarang. Di samping dirinya, ada juga 13 ketua DPC PSI Semarang yang kompak ikut mundur.
"Kami sepakat kembali menjadi kader biasa PSI. Ada 13 DPC beserta jajaran pengurusnya yang mengundurkan diri,” ujar Hanif.
