Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kuliah Bebas Tes Mahal! Tips Tembus Beasiswa S1/S2 Tanpa TOEFL/IELTS
Ilustrasi mahasiswa sedang belajar dan menyusun prioritas di perpustakaan. (unsplash.com/zoshuacolah)
  • Berburu beasiswa S1/S2 tanpa syarat sertifikat TOEFL/IELTS adalah strategi hemat biaya tanpa mengurangi kesempatan kuliah di kampus impian.

  • Peluang terbuka lebar lewat beasiswa negara non-Anglosfer (dengan fasilitas sekolah bahasa gratis), penggunaan Surat MoI, hingga beasiswa nasional.

  • Kejelian memanfaatkan tes kemampuan bahasa internal dari kampus tujuan dan kata kunci pencarian yang tepat jadi kunci rahasia kesuksesan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada banyak beasiswa kuliah S1 dan S2 yang tidak minta TOEFL atau IELTS mahal. Turki, Rusia, Korea Selatan, dan Jepang bisa memberi kelas bahasa gratis. Untuk S2, surat kampus yang bilang belajar pakai bahasa Inggris juga bisa dipakai. Di Indonesia ada beasiswa Bank Indonesia, Kemendikbud, dan KIP Kuliah. ზოგი kampus juga punya tes bahasa sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak pemburu beasiswa (scholarship hunters), biaya tes sertifikasi bahasa Inggris internasional seperti TOEFL iBT atau IELTS sering kali menjadi ganjalan utama. Harganya yang mencapai jutaan rupiah tentu terasa berat di kantong, apalagi jika harus dites berulang kali.

Padahal, memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih mimpi kuliah S1 maupun S2! Ada banyak jalur beasiswa—baik di dalam maupun luar negeri—yang sangat ramah tanpa menuntut sertifikat bahasa tersebut.

Yuk, bedah lima tips dan strategi jitu untuk berburu beasiswa bebas syarat TOEFL/IELTS berikut ini!

1. Targetkan Beasiswa Negara Non-Anglosfer (Bonus Kelas Bahasa)

Ilustrasi mahasiswa sedang belajar dan menyusun prioritas di perpustakaan. (unsplash.com/zoshuacolah)

Banyak negara maju yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama tetap menawarkan beasiswa penuh. Menariknya, mereka tidak menuntut TOEFL/IELTS dan justru menyediakan fasilitas kelas persiapan bahasa lokal gratis selama satu tahun sebelum perkuliahan dimulai:

  • Turki (Türkiye Bursları): Beasiswa penuh pemerintah Turki untuk jenjang S1–S3. Tanpa syarat TOEFL/IELTS, penerima beasiswa wajib mengikuti kursus bahasa Turki (TÖMER) gratis selama setahun setelah dinyatakan lolos.

  • Rusia (Russian Government Scholarship): Membebaskan biaya kuliah untuk semua jenjang. Seleksi berfokus pada berkas akademik, dan kamu akan belajar bahasa Rusia secara gratis di preparatory faculty.

  • Korea Selatan (GKS - Global Korea Scholarship): Beberapa jalur mendaftar via universitas (University Track) tidak mendewakan sertifikat IELTS, serta menyediakan pelatihan bahasa Korea gratis selama 1 tahun.

  • Jepang (MEXT / Monbukagakusho): Khusus jalur S1 (Gakubu), seleksi tahap awal berfokus pada ujian tertulis mata pelajaran serta bahasa Jepang/Inggris dasar resmi buatan kedutaan, bukan sertifikat tes internasional.

2. Manfaatkan Surat Medium of Instruction (MoI)

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Ron Lach)

Jika kamu mengincar program S2 berbahasa Inggris di luar negeri, bisa mengganti sertifikat IELTS dengan melampirkan Surat MoI.

Apa itu Surat MoI? Surat keterangan resmi yang dikeluarkan oleh kampus S1 asal, yang menyatakan bahwa seluruh proses perkuliahan, ujian, hingga penulisan skripsi kamu diselenggarakan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

Banyak universitas di Malaysia, Taiwan, China, hingga beberapa kampus di Eropa (seperti di Italia dan Jerman) bersedia membebaskan syarat IELTS jika kamu melampirkan surat MoI ini.

3. Kebal TOEFL: Maksimalkan Beasiswa Dalam Negeri

Mahasiswa belajar di kampus (Pexels web)

Beasiswa di dalam negeri sangat melimpah untuk mahasiswa baru maupun ongoing tanpa membebani pendaftar dengan syarat bahasa internasional:

  • Beasiswa Bank Indonesia (GenBI): Berfokus pada penilaian IPK, keaktifan organisasi, dan kondisi ekonomi, sama sekali tanpa memersyaratkan TOEFL.

  • Beasiswa Unggulan Kemendikbud: Membuka jalur untuk mahasiswa baru maupun ongoing (maksimal semester 3). Tidak mewajibkan TOEFL untuk jalur jenjang S1 dalam negeri.

  • KIP Kuliah Merdeka: Program bantuan penuh pemerintah untuk mahasiswa S1 yang mengutamakan potensi akademik dan keterbatasan ekonomi.

4. Gunakan Kata Kunci Pencarian Spesifik & Incar Tes Internal

ilustrasi mahasiswa sedang belajar menggunakan laptop, kuliah (pexels.com/Andy Barbour)

  • Trik Keywords di Internet

    • Saat berburu informasi, gunakan frasa spesifik seperti "Beasiswa luar negeri tanpa TOEFL", "Scholarships without IELTS", atau "Fully funded scholarships no IELTS requirement" untuk menyaring hasil pencarian secara presisi.

  • Incar Universitas dengan Tes Internal Gratis

    • Beberapa kampus di Asia Tenggara (seperti Malaysia atau Thailand) memiliki kebijakan English Proficiency Test (EPT) mandiri. Kamu tidak perlu membayar tes resmi, melainkan cukup mengikuti ujian kemampuan bahasa Inggris secara online atau offline yang disediakan langsung oleh kampus setelah lolos seleksi berkas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article