MBG Diperkirakan Bisa Serap 1.050 Ton Telur di Jateng Per Minggu

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.050 ton telur per minggu dari peternak lokal, setara 7–8 persen total produksi daerah.
- Peternak ayam pedaging di Jateng masih rugi karena harga ayam hidup di bawah HPP akibat over supply, dan MBG diharapkan bisa bantu menstabilkan harga di tingkat peternak.
- Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan pemerintah akan menjaga kestabilan harga telur dan ayam dengan memastikan SPPG membeli dari koperasi atau asosiasi peternak Jawa Tengah.
Semarang, IDN Times - Pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) wilayah Jawa Tengah diperkirakan bisa menyerap 1.050 ton telur dari para peternak.
Jawa Tengah saat ini memiliki populasi ayam petelur sekitar 39 juta ekor, dengan produksi telur mencapai 2.200 ton per hari. Dari jumlah tersebut, kebutuhan Jawa Tengah sekitar 1.400 ton per hari sehingga masih terdapat surplus produksi.
1. Ribuan SPPG bisa serap 8 persen telur produksi peternak lokal

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengatakan Dengan sekitar 4.000 SPPG di Jawa Tengah, Suwardi memperkirakan penyerapan melalui MBG dapat mencapai 7 hingga 8 persen dari total produksi telur.
“Kalau seluruh dapur di Jawa Tengah menggunakan telur dua kali dalam seminggu, diperkirakan terserap sekitar 1.050 ton per minggu,” ujarnya, Sabtu (20/7/2026).
2. Pinsar Jateng keluhkan HPP ayam hidup bergejolak

Dari sektor ayam pedaging, Ketua Asosiasi Peternak Pedaging Jawa Tengah (Pinsar Jawa Tengah), Susilo menyampaikan, kondisi harga ayam hidup di tingkat peternak masih berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).
“HPP saat ini sekitar Rp20 ribu. Harga yang terjadi sekitar Rp17 ribu, sehingga peternak mengalami kerugian. Ini karena terjadi over supply,” katanya.
Menurut Susilo, penyerapan melalui MBG diharapkan mampu mengurangi kelebihan pasokan ayam, sehingga harga di tingkat peternak bisa kembali membaik.
“Intervensi ini membantu peternak agar harga ayam hidup di kandang bisa naik dan peternak tidak rugi,” ujarnya.
3. Gus Yasin janji lindungi harga telur dan ayam Jateng

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menegaskan, pengaturan harga telur menjadi bagian penting agar tidak terjadi disparitas harga di lapangan. Pemerintah akan memastikan transaksi berjalan sesuai harga acuan yang telah ditetapkan.
“Bukan hanya yang disetorkan ke SPPG saja, tetapi kami juga melindungi harga telur maupun ayam yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya SPPG ini harus membeli dari asosiasi ataupun koperasi yang ada di Jawa Tengah,” jelasnya.
Gus Yasin mengatakan hasil komitmen tersebut akan disampaikan kepada Satgas percepatan MBG di kabupaten/kota serta seluruh SPPG di Jawa Tengah. Pengawasan juga akan dilakukan untuk memastikan kesepakatan diterapkan.



















