Nasi Timbel Mang Uha di Solo Baru. (IDN Times/Larasati Rey)
Keautentikan menjadi salah satu hal yang terus dijaga Nasi Timbel Mang Uha. Nasi pulen dibungkus dengan daun pisang sehingga menghasilkan aroma khas yang semakin menggugah selera.
Sajian tersebut kemudian dilengkapi berbagai pilihan lauk, mulai dari ayam, ikan laut, kakap, bebek hingga empal. Ada pula ikan asin jambal, karedok, lalapan, sambal, serta sayur asem yang semakin memperkuat karakter masakan Sunda.
Salah satu menu yang menjadi favorit pelanggan adalah ayam bumbu ketumbar. Perpaduan bumbu rempah dan lauk yang disajikan bersama nasi timbel membuat menu tersebut banyak diminati.
“Ciri khas kami tetap mempertahankan cita rasa autentik Sukabumi. Nasi pulen dibungkus daun pisang, kemudian dilengkapi lauk, sambal, sayur asem dan lalapan,” jelas Aa Roni.
Kini Nasi Timbel Mang Uha mulai dikenal masyarakat Solo Baru dan sekitarnya. Warung tersebut buka mulai pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga bisa menjadi pilihan untuk makan siang maupun makan malam.
Harga paket makan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp25 ribu. Dengan mempertahankan resep dan karakter masakan Sunda, Nasi Timbel Mang Uha mencoba menghadirkan pengalaman kuliner khas Sukabumi di tengah Kota Solo.
Bagi Mang Uha, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa cita rasa yang lahir dari kenangan masa kecil bisa terus hidup dan menemukan tempat baru, tanpa harus kehilangan identitas aslinya.