Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sering Bikin Merinding, Ini 3 Cerita Misteri Malam 1 Suro yang Melegenda di Jateng
Kebo Bule dikirab di malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta. (Dok/IDN Times)
  • Malam 1 Suro dipandang sakral oleh masyarakat Jawa karena dipercaya menjadi waktu ketika batas dunia manusia dan gaib menipis, memunculkan berbagai mitos dan ritual spiritual.
  • Larangan keluar rumah pada malam ini diyakini mencegah gangguan makhluk halus, sementara Kirab Pusaka di Keraton Surakarta menghadirkan kebo bule Kyai Slamet sebagai simbol isyarat gaib bagi bangsa.
  • Gunung Lawu dikenal dengan legenda Pasar Setan yang muncul saat Malam 1 Suro, di mana pendaki kerap mendengar suara pasar misterius dan harus mengikuti aturan agar tidak tersesat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Tepat pada malam ini, Selasa (16/6/2026), masyarakat Jawa memasuki momen pergantian tahun baru Islam atau Malam 1 Suro Tahun Alip BE 1960. Bagi masyarakat Jawa Tengah, Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian kalender biasa, melainkan waktu yang diselimuti oleh atmosfer spiritual yang sangat kental, sakral, dan tidak jarang... mistis.

Ada kepercayaan turun-temurun bahwa pada malam sakral ini, dimensi manusia dan dimensi gaib bergeser menjadi sangat tipis. Tidak heran jika banyak mitos, legenda rakyat, hingga urban legend yang menyelimuti malam pergantian tahun Jawa ini.

Sambil menyambut malam pergantian tahun, yuk simak 3 cerita misteri Malam 1 Suro yang melegenda di Jawa Tengah. Siap-siap bikin bulu kuduk merinding, Lur!

1. Mitos Larangan Keluar Rumah: Portal Gaib yang Terbuka Lebar

illustrasi orang dengan weton yang ditakuti makhluk gaib (pexels.com/Rene Terp)

Salah satu urban legend paling populer yang masih dipercaya oleh banyak keluarga di Jawa Tengah adalah larangan keras untuk keluar rumah pada Malam 1 Suro, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki urusan ibadah atau ritual keagamaan.

Mitos lisan menyebutkan bahwa pada tengah malam 1 Suro, gerbang alam gaib terbuka lebar. Arwah para leluhur diyakini kembali ke dunia fisik untuk mengunjungi keluarganya. Namun, di sisi lain, makhluk gaib berenergi negatif juga ikut berkeliaran mencari mangsa.

Anak-anak kecil, ibu hamil, dan orang yang memiliki weton (hari lahir) tertentu dilarang keras keluyuran. Konon, siapa saja yang melanggar dan nekat keluyuran tanpa tujuan di malam hari, mereka bisa tertimpa sial (sengkolo) atau bahkan "diculik" oleh makhluk halus untuk dijadikan tumbal.

2. Misteri Isyarat Gaib Kebo Bule Kyai Slamet di Keraton Surakarta

Tradisi Kirab Kebo Bule di Keraton Surakarta (commons.wikimedia.org/Pandjisaputra94)

Ritual Kirab Pusaka di Karaton Surakarta Hadiningrat selalu identik dengan kehadiran kawanan kebo bule (kerbau albino) keturunan Kyai Slamet yang bertindak sebagai cucuk lampah atau pemandu jalannya kirab pusaka dalem.

Kawanan kerbau ini bukanlah hewan ternak biasa, melainkan hewan pusaka yang dianggap memiliki kepekaan spiritual tinggi. Konon, pergerakan kebo bule pada Malam 1 Suro bisa menjadi ramalan atau isyarat gaib tentang kondisi Indonesia di masa depan.

Jika selama kirab kawanan kebo bule ini tampak tenang dan lancar berjalan, itu pertanda negara akan aman dan makmur. Sebaliknya, jika mereka mendadak mengamuk, mogok berjalan, atau menolak keluar kandang, masyarakat percaya akan ada bencana alam atau huru-hara politik yang bakal melanda dalam setahun ke depan. Misteri lain yang tak kalah merinding adalah aksi warga yang berebut kotoran (tlethong) sang kerbau karena dipercaya membawa berkah dan menolak bala.

3. Cerita horor Pasar Setan Gunung Lawu Karanganyar

Potret gunung Lawu (unsplash.com/Rivaldi Muhammad)

Malam 1 Suro adalah waktu puncak bagi ribuan pendaki ritual untuk berbondong-bondong naik ke puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Karanganyar (Jateng) dan Magetan (Jatim). Namun, gunung purba ini menyimpan cerita urban legend paling mencekam bernama Pasar Setan.

Pasar Setan adalah sebuah padang ilalang luas di dekat puncak Lawu yang secara kasat mata kosong. Namun, pada malam-malam sakral seperti 1 Suro, para pendaki sering kali mendengar suara riuh layaknya pasar malam yang sangat ramai, lengkap dengan suara transaksi jual beli, meskipun tidak ada wujud manusianya.

Jika seorang pendaki mendengar suara sayup-sayup "Tuku opo, mase?" (Beli apa, mas?), sang pendaki harus melemparkan koin atau batu kecil ke arah sumber suara sebagai simbol bertransaksi, lalu mengambil daun atau ranting di dekatnya. Jika mengabaikannya atau malah berbicara kasar, pendaki dipercaya akan tersesat selamanya di dimensi gaib Gunung Lawu.

Terlepas dari nuansa mistisnya yang bikin merinding, deretan mitos Malam 1 Suro ini sebenarnya mengandung filosofi mendalam. Larangan keluar rumah, misalnya, sejatinya adalah ajakan halus dari para leluhur agar manusia melakukan tapa brata atau introspeksi diri di dalam rumah, merenungi kesalahan masa lalu, dan berdoa alih-alih berfoya-foya di malam hari, Lur!

Nah, itu dia tiga cerita misteri Malam 1 Suro yang masih melekat kuat di hati masyarakat Jawa Tengah. Bagaimana dengan daerahmu, apakah ada mitos serupa malam ini? Tetap jaga sopan santun dan selamat menyambut Tahun Baru Jawa, ya Lur!

Editorial Team

Related Article