Potret gunung Lawu (unsplash.com/Rivaldi Muhammad)
Malam 1 Suro adalah waktu puncak bagi ribuan pendaki ritual untuk berbondong-bondong naik ke puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Karanganyar (Jateng) dan Magetan (Jatim). Namun, gunung purba ini menyimpan cerita urban legend paling mencekam bernama Pasar Setan.
Pasar Setan adalah sebuah padang ilalang luas di dekat puncak Lawu yang secara kasat mata kosong. Namun, pada malam-malam sakral seperti 1 Suro, para pendaki sering kali mendengar suara riuh layaknya pasar malam yang sangat ramai, lengkap dengan suara transaksi jual beli, meskipun tidak ada wujud manusianya.
Jika seorang pendaki mendengar suara sayup-sayup "Tuku opo, mase?" (Beli apa, mas?), sang pendaki harus melemparkan koin atau batu kecil ke arah sumber suara sebagai simbol bertransaksi, lalu mengambil daun atau ranting di dekatnya. Jika mengabaikannya atau malah berbicara kasar, pendaki dipercaya akan tersesat selamanya di dimensi gaib Gunung Lawu.
Terlepas dari nuansa mistisnya yang bikin merinding, deretan mitos Malam 1 Suro ini sebenarnya mengandung filosofi mendalam. Larangan keluar rumah, misalnya, sejatinya adalah ajakan halus dari para leluhur agar manusia melakukan tapa brata atau introspeksi diri di dalam rumah, merenungi kesalahan masa lalu, dan berdoa alih-alih berfoya-foya di malam hari, Lur!
Nah, itu dia tiga cerita misteri Malam 1 Suro yang masih melekat kuat di hati masyarakat Jawa Tengah. Bagaimana dengan daerahmu, apakah ada mitos serupa malam ini? Tetap jaga sopan santun dan selamat menyambut Tahun Baru Jawa, ya Lur!