Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Soroti Demokrasi hingga Ketersediaan Pangan, 5 Tuntutan Aksi BEM Undip
Sejumlah mahasiswa mengikuti unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026). Aksi tersebut menyuarakan tuntutan mengenai demokrasi yang sehat dan transparan, kebebasan berpendapat, ketersediaan pangan dengan harga terjangkau, serta pembangunan yang adil. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom)
  • Ratusan mahasiswa BEM Undip berdemonstrasi pada 24 Agustus 2026, mengkritik kemunduran demokrasi, penyempitan ruang sipil, kebijakan pangan, serta penguatan peran militer di ranah sipil.
  • Massa mengajukan lima tuntutan: desentralisasi demokratis, transparansi kebijakan, perlindungan kebebasan sipil, pangan terjangkau, dan pembangunan berkeadilan bagi masyarakat pesisir.
  • BEM Undip juga mengkritik program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani APBN; dialog dengan DPRD Jateng dianggap belum menjamin tindak lanjut konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ratusan mahasiswa BEM Undip menggelar demonstrasi dengan lima tuntutan terkait demokratisasi daerah, transparansi kebijakan, kebebasan sipil, keterjangkauan pangan, dan perlindungan masyarakat pesisir.
  • Who?
    Mahasiswa BEM Universitas Diponegoro dipimpin Ketua BEM Undip Nur Maajid Taufiqurrahman; Abdullah Aminuddin dari Komisi B DPRD Jawa Tengah menemui massa.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Semarang, dengan perwakilan massa bertemu anggota DPRD Jawa Tengah di lokasi demonstrasi.
  • When?
    Demonstrasi berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026. Abdullah Aminuddin menemui mahasiswa sekitar pukul 17.50 WIB menjelang petang.
  • Why?
    Mahasiswa menyuarakan keresahan atas arah kebijakan pemerintah, termasuk iklim demokrasi, ruang sipil, kebijakan pangan, peran militer di ranah sipil, dan penggunaan APBN.
  • How?
    Massa menyampaikan orasi dan tuntutan di jalan, termasuk kritik terhadap program Koperasi Desa Merah Putih. Dialog dengan DPRD Jateng berlangsung, tetapi mahasiswa menilai belum ada jaminan tindak lanjut konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan mahasiswa BEM Undip berjalan di jalan di Semarang. Mereka meminta pemerintah memperbaiki demokrasi, makanan murah, dan melindungi orang di pesisir. Mereka juga khawatir uang negara dipakai banyak untuk program desa. Pak Abdullah dari DPRD datang mendengar. Tapi mahasiswa merasa jawabannya cuma janji dan belum ada tindakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi mahasiswa Undip memperlihatkan ruang partisipasi publik tetap hidup melalui penyampaian tuntutan yang terarah pada demokrasi, transparansi, pangan terjangkau, dan perlindungan masyarakat pesisir. Kehadiran perwakilan DPRD Jawa Tengah di tengah massa juga membuka kanal dialog langsung, meski mahasiswa masih menantikan tindak lanjut yang lebih konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan guna menyuarakan keresahan mereka terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini, Senin (24/8/2026) kemarin.

Para mahasiswa mengkritik tajam berbagai isu krusial nasional. Mulai dari mundurnya iklim demokrasi, menyempitnya ruang sipil, krisis kebijakan pangan, hingga dugaan penguatan kembali peran militer di ranah sipil masyarakat.

Aksi turun ke jalan ini menurut Ketua BEM Undip, Nur Maajid Taufiqurrahman, bersama massa mahasiswa membawa lima tuntutan spesifik yang mendesak untuk segera dievaluasi oleh pemerintah dan wakil rakyat:

Mahasiswa menuntut agar penguatan pemerintahan daerah harus sejalan dengan prinsip demokratisasi, sehingga kebijakan tidak kembali bersifat sentralistik (terpusat).

Mendesak adanya transparansi dan pengawasan publik yang ketat dalam setiap eksekusi kebijakan-kebijakan strategis pemerintah.

Meminta negara melindungi ruang kebebasan sipil sekaligus memperbaiki pola komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat.

Menuntut lahirnya kebijakan pangan yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan, tetapi juga mampu menjamin keterjangkauan harga bagi rakyat kecil.

Mendesak tata kelola pembangunan yang lebih berkeadilan, khususnya dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat di kawasan pesisir.

Selain lima tuntutan di atas, BEM Undip juga menyoroti sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai terlalu menyedot APBN.

Dalam orasinya, mahasiswa secara khusus mengkritisi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka menilai program tersebut berpotensi besar membebani keuangan negara tanpa memberikan dampak yang terukur bagi kesejahteraan masyarakat bawah. Aksi ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk mendesak pemerintah agar tidak antikritik terhadap penggunaan uang rakyat.

Setelah rangkaian orasi yang panjang, perwakilan massa BEM Undip akhirnya ditemui oleh pihak DPRD Jawa Tengah menjelang petang.

Sekitar pukul 17.50 WIB, Abdullah Aminuddin, anggota Komisi B dari Fraksi PKB, hadir dan duduk di tengah kerumunan mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun, dialog tersebut tampaknya tidak memuaskan pihak mahasiswa.

Massa aksi secara terbuka menyebut bahwa tanggapan dan janji yang disampaikan oleh perwakilan DPRD Jateng tersebut hanya sekadar janji tanpa adanya jaminan langkah konkret untuk menindaklanjuti tuntutan mereka ke tingkat pusat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article