Semarang, IDN Times - Berada di gang sempit Kelurahan Purwodinatan Semarang Tengah, namun siapa sangka penghuni rumah berkelir cokelat tersebut belakangan sedang sibuk.
Saban menjelang perayaan Agustusan, sang penghuni rumah, Fahmi dan istri tercintanya Regita Sekar Agisti tak henti-henti mendapat orderan pembuatan bendera dan umbul-umbul dari pelanggannya.
Orderan yang kerap diterima mereka mulai dari pembuatan bendera merah putih, umbul-umbul bendera kampung hingga aneka pernak-pernik background untuk kebutuhan perayaan Agustusan.
Bagi Fahmi dan istrinya, momen mendekati Agustusan jadi berkah sekaligus anugerah. Selain tetap senantiasa menjaga bisnis warisan leluhur, memproduksi bendera untuk keperluan perayaan Agustusan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
Setiap kali menjahit bendera-bendera orderan pelanggannya, semangat nasionalisme jelas terpatri di benak pasangan suami istri (pasutri) tersebut.
Selain itu, menggeluti bisnis bendera Agustusan adalah ladang cuan yang minim pesaing di Ibukota Jateng.
Usahanya ia mulai dari titik nol. Dengan modal cekak ia dan istrinya nekat berjualan bendera dan umbul-umbul Agustusan.
"Ini sudah tahun ketiga saya memproduksi aneka pernak-pernik bendera dan umbul-umbul. Usaha ini awalnya dari bapak yang tinggal di Madiun. Terus habis kuliah dan menikah di Semarang, saya iseng-iseng cek ombak. Mumpung ada kesempatan jualan bendera, jadinya saya lakuin. Tahun pertama masih sepi (peminat), tahun kedua mulai terasa dapat orderan sana sini. Dan tahun ini penjualannya semakin ramai," kata Fahmi saat ditemui di rumahnya, RT 1/RW II Kampung Purwodidatan, Kelurahan Purwodidatan Semarang Tangah, Selasa (4/8/2026).
Awal-awal mereka jualan lewat marketplace. Blibli dipakai sebagai jejaring marketplace-nya untuk mencari ladang rezeki.
Tak berhenti di situ saja, ia juga memasang tautan bisnis benderanya pada akun Google Maps. Dengan cara ini masyarakat kian gampang menemukan jejak bisnisnya dari website. Termasuk mencari kontaknya untuk memesan orderan bendera.
Tapi di balik keuletannya mencari lubang rezeki lewat jejaring medsos, diakuinya bahwa blusukan ke kampung-kampung untuk menyapa warga satu persatu menjadi jurut jitunya dalam memasarkan bendera Agustusan kreasinya.
