Comscore Tracker

Ganjar: Hentikan Semprot Disinfektan Pada Orang, Bisa Berbahaya!

Diamkan selama 4 jam setelah ruangan disemprot

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau kepada para petugas untuk mengosongkan ruangan yang disemprot disinfektan. Ia menjelaskan ruangan harus didiamkan sekitar empat jam.

Selama itu, ruangan tidak boleh dimasuki. "Tunggu sampai empat jam, baru bisa masuk kembali. Itu cukup untuk menetralisir dan menghindari sesuatu yang tidak diinginkan," bebernya, Selasa (31/3).

1. Petugas harus hindari penyemprotan disinfektan ke manusia

Ganjar: Hentikan Semprot Disinfektan Pada Orang, Bisa Berbahaya!IDN Times/Candra Irawan

Ganjar juga menekankan bahwa petugas harus menghindari proses penyemprotan disinfektan yang mengenai tubuh manusia.

Menurutnya ketika menyemprot disinfektan, seseorang wajib melindungi diri menggunakan alat pelindung yang memadai.

"Saya melihat di desa-desa, banyak sekali penyemprotan. Saya minta, hentikan penyemprotan pada orang, apalagi penyemprotan dilakukan tanpa ada pelindung diri. Itu bisa membahayakan," akunya.

Baca Juga: Ribuan Polisi Jateng Semprot Disinfektan ke 1200 Titik, Cegah COVID-19

2. Cairan disinfektan yang kena tubuh bisa ganggu kesehatan

Ganjar: Hentikan Semprot Disinfektan Pada Orang, Bisa Berbahaya!IDN Times/Candra Irawan

Ganjar bilang cairan disinfektan yang mengenai tubuh manusia bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Contohnya bila disinfektan masuk ke paru dan hidung, maka nantinya akan menimbulkan penyakit di masa mendatang.

"Komposisinya (cairan disinfektan) harus dikonsultasikan dengan ahli, jangan sampai asal-asalan dan jangan sampai terhirup," imbuhnya.

3. Ganjar: Semprotlah di benda mati

Ganjar: Hentikan Semprot Disinfektan Pada Orang, Bisa Berbahaya!Dok. Humas Pemprov Jateng

Pihaknya mengingatkan supaya para petugas di lapangan mengerjakan penyemprotan disinfektan di benda mati. Mulai bangku, pintu rumah dan sebagainya.

"Kalau memang harus dilakukan, semprotlah di benda-benda mati yang sering dipakai nongkrong atau sering dipegang," ujar Ganjar.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk sering menggunakan masker ketika keluar rumah. Bila tak ada masker, katanya warga bisa membuatnya dari kain yang dilapisi tisu.

"Kalau masker sulit dan harganya mahal, tolong buat sendiri pakai kain dan tengahnya dilapisi tisu. Yang penting harus pakai masker untuk saling melindungi," tukasnya.

Baca Juga: Awas! Ini Bahayanya Kalau Kulit Sampai Kena Semprotan Disinfektan

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono
  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya