Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Formula 50-30-20 Modifikasi Khusus Gaji UMR Biar Tetap Bisa Nabung dan Jajan
ilustrasi investasi emas dengan gaji UMR (pexels.com/bangunstockproduction)
  • Pekerja bergaji UMR disarankan memodifikasi rumus keuangan menjadi 60 persen kebutuhan pokok, karena biaya hunian, transportasi, makan, dan tagihan sering melampaui porsi standar 50 persen.
  • Sebanyak 20 persen gaji perlu langsung dialokasikan saat gajian untuk tabungan, dana darurat, atau investasi berisiko rendah; contoh Rp900 ribu dari gaji Rp4,5 juta.
  • Sisa 20 persen menjadi uang jajan, dengan pengelolaan melalui tiga rekening atau dompet digital; penghematan kebutuhan pokok dialihkan ke dana darurat atau pelunasan cicilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
di awal saat gaji baru saja masuk

Sebanyak 20 persen gaji langsung dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, atau investasi berisiko rendah.

sejak hari pertama gajian

Uang dipisahkan ke tiga rekening atau dompet digital untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan jajan.

di pertengahan bulan

Sisa penghematan dari kebutuhan pokok dialihkan ke dana darurat atau pelunasan cicilan.

sebelum akhir bulan

Pengeluaran jajan dihentikan jika saldo dompet khusus hiburan habis.

akhir bulan

Tabungan tidak disisihkan dari sisa gaji karena sering kali tidak ada dana yang tersisa.

setiap bulannya

Komitmen pembagian porsi kebutuhan, tabungan, dan jajan perlu dijaga secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Formula pengelolaan gaji UMR dimodifikasi menjadi 60 persen kebutuhan pokok, 20 persen tabungan atau dana darurat, dan 20 persen uang jajan.
  • Who?
    Pekerja berpenghasilan UMR menjadi sasaran penerapan pembagian anggaran untuk kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, investasi berisiko rendah, dan kebutuhan pribadi.
  • Where?
    Penerapan dilakukan dalam pengelolaan keuangan pribadi pekerja UMR, terutama pada wilayah dengan biaya tempat tinggal dan transportasi yang tinggi.
  • When?
    Pembagian dana dilakukan sejak hari pertama gaji diterima dan dievaluasi selama pertengahan hingga akhir bulan sebelum gajian berikutnya.
  • Why?
    Porsi kebutuhan pokok dinaikkan karena alokasi 50 persen dinilai kerap tidak mencukupi biaya sewa, makanan, transportasi, serta tagihan rutin bagi pekerja bergaji UMR.
  • How?
    Gaji dipisahkan ke tiga rekening atau dompet digital: 60 persen kebutuhan, 20 persen tabungan melalui auto-debit, dan 20 persen jajan; sisa penghematan dialihkan ke dana darurat atau cicilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang gajinya UMR bisa membagi uang jadi tiga bagian. Enam puluh persen buat makan, rumah, jalan, dan tagihan. Dua puluh persen langsung ditabung saat gajian. Dua puluh persen buat jajan dan senang-senang. Uangnya bisa dipisah di tiga rekening. Kalau uang jajan habis, harus menunggu gajian lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyesuaian formula ini memberi ruang yang lebih realistis bagi pekerja bergaji UMR untuk menata pengeluaran tanpa mengabaikan kebutuhan dasar. Dengan tabungan diprioritaskan sejak awal dan uang jajan tetap memiliki porsi jelas, pengelolaan keuangan dapat terasa lebih terarah, disiplin, serta tidak identik dengan hidup yang serba menahan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Formula 50-30-20 Modifikasi Khusus Gaji UMR Biar Tetap Bisa Nabung dan Jajan

Semarang, IDN Times — Menerapkan rumus perencanaan keuangan klasik 50-30-20 sering kali terasa kurang realistis bagi para pekerja berpenghasilan UMR (Upah Minimum Regional). Mengalokasikan 50 persen gaji untuk kebutuhan pokok kerap tak cukup, terutama di kota-kota besar tempat biaya tempat tinggal dan transportasi memakan porsi cukup besar.

Akibatnya, banyak pekerja UMR yang merasa frustrasi lalu menyerah mengatur keuangan. Padahal, rumusnya tidak harus kaku! Dengan sedikit penyesuaian (twist), kamu tetap bisa mencukupi kebutuhan harian, rutin mengisi tabungan, sekaligus menikmati uang jajan tanpa rasa bersalah.

Yuk, intip formula 50-30-20 modifikasi khusus gaji UMR ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Geser Porsi Kebutuhan Pokok Menjadi 60 Persen

ilustrasi gaji UMR (vecteezy.com/Miftachul Huda)

Pada rumus standar, kebutuhan pokok dipatok 50 persen. Namun untuk skala gaji UMR, persentase ini idealnya dinaikkan menjadi 60 persen agar riil dengan biaya hidup saat ini.

Komponen yang Masuk yakni biaya sewa kos/kontrakan, belanja bahan makan harian, ongkos transportasi kerja, serta tagihan rutin (listrik, air, dan kuota internet).

Pos ini adalah prioritas hidup dasar. Jika pengeluaran pokokmu berhasil ditekan di bawah 60 persen, sisa dananya bisa langsung dialihkan ke pos tabungan.

2. Kunci 20 Persen Pertama untuk Tabungan dan Dana Darurat

Ilustrasi Gaji UMR (Pexels.com/Defrino Maasy)

Sering kali orang menyisihkan tabungan dari sisa gaji akhir bulan. Hasilnya? Hampir selalu tidak ada yang tersisa. Ubah pola pikirmu dengan memotong 20 persen di awal saat gaji baru saja masuk.

Komponen yang masuk yakni tabungan masa depan, dana darurat, atau investasi berisiko rendah seperti Reksadana Pasar Uang (RDPU) dan emas.

Strategi yang mesti dilakukan jika gaji UMR berada di angka Rp4,5 juta, maka 20 persennya adalah Rp900 ribu. Manfaatkan fitur auto-debit ke rekening terpisah agar uang ini tidak mengendap di rekening utama dan "terpakai tanpa sengaja".

3. Alokasikan 20 Persen Sisa untuk Pos "Uang Jajan" (Guilt-Free)

ilustrasi investasi saham bagi pekerja dengan gaji UMR (pexels.com/anna nekrashevich)

Ingat, menabung bukan berarti hidup sengsara! Kamu tetap berhak menikmati hasil kerja kerasmu. Porsi 20 persen sisanya dikhususkan untuk keinginan pribadi (wants) agar kamu tidak stres atau mengalami burnout finansial.

Komponen yang Masuk yaitu Kopi kekinian, nonton bioskop, makan enak akhir pekan, hingga langganan aplikasi streaming.

Strategi yakni dengan Jatah uang jajan ini bebas kamu habiskan tanpa perlu merasa bersalah, asalkan pos kebutuhan pokok dan tabungan di atas sudah terpenuhi.

4. Gunakan Metode Rekening Terpisah dengan Tiga Dompet Digital

ilustrasi menyiapkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan anak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Agar alokasi formula modifikasi ini berjalan disiplin tanpa membingungkan, pisahkan uangmu ke dalam tiga rekening atau dompet digital (e-wallet) berbeda sejak hari pertama gajian.

Rekening 1 (Gaji & Kebutuhan 60%): Tempat masuk gaji sekaligus membayar seluruh tagihan pokok harian.

Rekening 2 (Tabungan 20%): Rekening tanpa kartu ATM atau aplikasi investasi yang jarang kamu buka.

Rekening 3 / E-Wallet (Jajan 20%): Tempat khusus dana hiburan dan jajan harian. Jika saldo di dompet ini habis sebelum akhir bulan, artinya masa jajanmu harus berhenti dulu hingga gajian berikutnya.

5. Evaluasi dan Terapkan Micro-Saving Jika Ada Sisa Dana

ilustrasi mengecek saldo rekening (magnific.com/Lifestylememory)

Jika di pertengahan bulan kamu berhasil menghemat pos kebutuhan pokok (misalnya karena memasak sendiri di kos), jangan gabungkan sisa uang tersebut ke pos jajan.

Pengalihan Sisa dengan Dialihkan langsung ke dana darurat atau digunakan untuk melunasi cicilan jika ada.

Kunci sukses mengelola gaji UMR bukanlah seberapa besar nominalnya, melainkan seberapa konsisten kamu memegang komitmen pembagian persentase tersebut setiap bulannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article