Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran di Jateng Mengganas Termasuk Karhutla, 6 Tewas, Kerugian Rp34,4 M
Proses pemadaman api Karhutla di wilayah Ogan Ilir (Dok: Manggala Agni)
  • Jawa Tengah mencatat 232 kejadian karhutla sepanjang Januari-23 Agustus 2026, meningkat 700 kali dibanding periode sama 2025, dengan sepuluh kabupaten/kota menjadi wilayah yang kerap terdampak.
  • Total kerugian kebakaran mencapai Rp34,4 miliar: karhutla Rp2 miliar serta kebakaran gedung dan permukiman Rp32,4 miliar. Dampaknya meliputi enam korban meninggal, 292 rumah, dan 382 bangunan terbakar.
  • Lahan menjadi objek terbakar terbanyak, sementara pemicu utama meliputi korsleting listrik, pembakaran sampah, kelalaian masyarakat, dan kebocoran gas elpiji. BPBD mengimbau pencegahan melalui pemeriksaan listrik serta penyediaan APAR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025 silam

Kondisi karhutla pada periode yang sama menjadi pembanding peningkatan pada 2026.

Januari-23 Agustus 2026

Jawa Tengah mencatat 232 kejadian karhutla, meningkat 700 kali dibanding kondisi pada periode sama tahun sebelumnya. Karhutla menimbulkan kerugian sekitar Rp2 miliar, sementara kebakaran gedung dan pemukiman menyebabkan kerugian Rp32,4 miliar.

24 Agustus 2026

BPBD Jawa Tengah melaporkan total kerugian kebakaran hutan, lahan, gedung, dan pemukiman mencapai Rp34,4 miliar. Dampaknya meliputi enam orang meninggal, 292 rumah terbakar, dan 382 bangunan rumah terbakar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jawa Tengah mencatat 232 kejadian kebakaran hutan dan lahan hingga 23 Agustus 2026, dengan kerugian karhutla sekitar Rp2 miliar. Dalam periode yang sama juga terjadi kebakaran gedung dan permukiman.
  • Who?
    Enam orang meninggal dunia. BPBD Jawa Tengah dan Pusdalop BPBD Jawa Tengah mencatat kejadian serta mengimbau warga meningkatkan pencegahan kebakaran.
  • Where?
    Karhutla sering terjadi di Klaten, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Blora, Kota Semarang, Banyumas, Kudus, dan Kota Tegal, Jawa Tengah.
  • When?
    Data mencakup Januari hingga 23 Agustus 2026. Kepala BPBD Jawa Tengah menyampaikan perkembangan tersebut pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Why?
    Analisis Pusdalop BPBD Jawa Tengah mencatat pemicu antara lain korsleting listrik 23,40 persen, pembakaran sampah 21,76 persen, serta kelalaian masyarakat dan kebocoran gas elpiji.
  • How?
    Karhutla meningkat hingga 232 kejadian, dengan area lahan mencakup 72,1 persen objek terbakar, hutan 24,5 persen, dan tempat pembuangan akhir 3,4 persen. BPBD mengimbau warga tidak membakar lahan dan memeriksa instalasi listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, hutan dan tanah sering terbakar. Ada 232 kebakaran sampai 23 Agustus 2026. Enam orang meninggal dan banyak rumah rusak. Pak Bergas dari BPBD bilang orang jangan bakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Sekarang orang diminta cek listrik dan siapkan alat pemadam api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tingginya kejadian kebakaran, pemetaan BPBD Jawa Tengah mengenai wilayah rentan, jenis objek terdampak, dan pemicu utama menunjukkan adanya dasar yang jelas untuk pencegahan yang lebih terarah. Imbauan memeriksa instalasi listrik, menghindari pembakaran, serta menyiapkan APAR juga menempatkan keselamatan warga sebagai perhatian yang penting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Tengah mencapai 232 kejadian. 

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jawa Tengah, selama Januari-23 Agustus 2026 mengalami peningkatan 700 kali ketimbang kondisi yang sama pada 2025 silam.

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan terdapat sepuluh kabupaten/kota yang kerap dilanda karhutla. Antara lain Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kudus dan Kota Tegal.

"Jumlah kerusakan hutan dan lahan serta bangunan diperkirakan kerugiannya Rp34,4 miliar. Karena dalam kurun bersamaan ada 315 kali kejadian kebakaran gedung dan pemukiman lalu ada 547 kejadian kebakaran," ungkapnya, Senin (24/8/2026).

Lebih jelas lagi dari kerugian puluhan miliar tersebut, kejadian karhutla menimbulkan kerugian mencapai Rp2 miliar, kejadian kebakaran gedung dan pemukiman mencapai Rp32,4 miliar.

Ia menyebut kejadian karhutla hampir saban bulan mengalami lonjakan yang signifikan.

Obyek yang kerap terbakar yakni areal lahan sekitar 72,1 persen, hutan sekitar 24,5 persen dan sisanya kebakaran TPA sebanyak 3,4 persen.

"Dampaknya ada enam orang meninggal, 292 rumah terbakar dan kebakaran 382 bangunan rumah," terangnya.

Selain itu, berdasarkan analisa yang dilakukan Pusdalop BPBD Jateng, karhutla rata-rata ditimbulkan dari aksi pembakaran sampah sekitar 21,76 persen, korsleting listrik sekitar 23,40 persen serta sisanya dari pengaruh kelalaian masyarakat dan kebocoran gas elpiji.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat Jawa Tengah jangan lagi membakar hutan dan lahan, tidak membuang putung rokok sembarangan. 

"Sebaiknya periksa instalasi listrik secara berkala dan lebih baik menyiapkan Apar," terangnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article