Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kades Mengaku Didatangi Orang-orang yang Mencari Informasi Tentang Sutrimo
Suasana kantor Pemdes Wlahar nampak sepi usai kedatang beberapa orang dan petugas yang menemui kades Narsim, Selasa (28/8/2026).(IDN Times/Cokie 6)
  • Desa Wlahar ramai didatangi pihak yang mencari informasi setelah pemakaman Sutrimo, pekerja yang ditemukan meninggal di rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
  • Kepala Desa Wlahar Narsim mengaku didatangi orang yang mengaku dari Polda dan dipanggil ke Polresta Banyumas, tanpa menjelaskan tujuan pemanggilan.
  • Sutrimo disebut telah merantau sekitar 20 tahun dan jarang berbaur saat pulang; pemakamannya malam hari dihadiri hampir seluruh warga desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar dua dekade

Sutrimo merantau ke luar daerah untuk bekerja dan jarang berada di rumah.

sekitar pukul 22.00 WIB

Jenazah Sutrimo tiba di Desa Wlahar menggunakan ambulans, kemudian disalatkan dan dimakamkan.

malam hari

Pemakaman Sutrimo berlangsung dan dihadiri hampir seluruh warga desa.

setengah satu dini hari

Seorang warga pulang ke rumah setelah mengantar pemakaman Sutrimo.

beberapa hari terakhir

Sejumlah orang datang ke balai desa untuk meminta keterangan terkait Sutrimo.

kemarin

Beberapa orang yang mengaku dari Polda mendatangi balai desa dan berbincang dengan Kepala Desa Wlahar.

Selasa (28/7/2026)

Kepala Desa Wlahar, Narsim, dipanggil ke Polresta Banyumas hingga sore hari. Sejumlah orang juga datang meminta keterangan terkait Sutrimo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah orang mendatangi Desa Wlahar untuk mencari keterangan tentang Sutrimo, pekerja yang ditemukan meninggal di rumah Febrie Adriansyah, setelah jenazahnya dimakamkan.
  • Who?
    Sutrimo (42), Kepala Desa Wlahar Narsim, warga Desa Wlahar, orang-orang yang mengaku petugas dari Polda, serta Polresta Banyumas terlibat dalam rangkaian informasi yang muncul.
  • Where?
    Kegiatan pencarian keterangan berlangsung di Balai Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Narsim juga mengaku datang ke Polresta Banyumas.
  • When?
    Narsim mengaku dipanggil ke Polresta Banyumas pada Selasa, 28 Juli 2026. Jenazah Sutrimo tiba di Desa Wlahar sekitar pukul 22.00 WIB dan dimakamkan pada malam hari.
  • Why?
    Orang-orang yang datang meminta keterangan ringan mengenai Sutrimo setelah kabar kematiannya mencuat. Tujuan pemanggilan Narsim ke Polresta Banyumas hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Beberapa orang mengaku sebagai petugas dari Polda dan berbincang di balai desa. Jenazah Sutrimo dibawa ambulans, disalatkan, lalu dimakamkan di TPU sekitar satu kilometer dari rumah keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sutrimo meninggal di rumah Febrie Adriansyah. Lalu jenazahnya dibawa ke Desa Wlahar dan dimakamkan malam hari. Banyak warga ikut mengantar. Pak Narsim, kepala desa, didatangi orang yang mengaku petugas. Ia juga pergi ke Polresta Banyumas. Sutrimo sudah lama bekerja jauh dari desa dan jarang pulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perhatian yang meningkat, warga Desa Wlahar menunjukkan kepedulian yang kuat terhadap Sutrimo dan keluarganya. Hampir seluruh warga turut mengantar jenazah hingga pemakaman, meski berlangsung pada malam hari. Kehadiran bersama tersebut mencerminkan solidaritas sosial yang tetap terjaga, sementara pihak desa berupaya memberikan keterangan yang diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyumas, IDN Times – Suasana di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, berubah lebih ramai setelah pemakaman Sutrimo (42), pekerja yang ditemukan meninggal dunia di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sejumlah pihak mulai berdatangan ke desa untuk mencari informasi terkait almarhum, Selasa (28/7/2026).Kades mengaku sempat didatangi orang yang mengaku petugas

Kepala Desa Wlahar, Narsim, mengatakan dalam beberapa hari terakhir ada sejumlah orang yang datang ke balai desa. Mereka memperkenalkan diri sebagai petugas dan meminta keterangan ringan terkait Sutrimo.

"Iya, kemarin ada beberapa orang mengaku dari Polda datang ke balai desa. Ya hanya ngobrol saja," ujar Narsim.

1. Kades diajak ke Polresta Banyumas

Kades Narsim mengaku diajak petugas ke kantor Polresta Banyumas terkait meninggal warga yang bekerja di rumah mantan Jampidsus, Selasa (28/7/2026).(IDN Times/ Tangkapan layar)

Tak hanya itu, pada Selasa (28/7/2026), Narsim juga mengaku mendapat panggilan ke Polresta Banyumas. Ia berada di sana hingga sore hari, meski enggan menjelaskan lebih jauh tujuan pemanggilan tersebut.

Menurutnya, sejak kabar meninggalnya Sutrimo mencuat, banyak orang datang untuk mencari informasi.

"Baru pulang dari Polresta. Pusing juga karena banyak yang tanya. Tadi saja sekitar tujuh orang datang minta keterangan," katanya.

2. Sutrimo sudah puluhan tahun merantau

Jalan masuk ke desa Wlahar Wangon dan pemerintah desa menyebut pihaknya menerima kabar meninbggalnya Sutrimo dari pihak pengantar jenazah karena sakit, Senin (27/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Seorang warga yang tinggal di sekitar rumah keluarga Sutrimo mengaku mengenal sosok almarhum, meski tidak terlalu dekat. Hal itu karena Sutrimo lebih banyak menghabiskan waktunya di luar daerah untuk bekerja.

Menurut warga tersebut, Sutrimo diperkirakan telah merantau sekitar dua dekade, bahkan sejak sebelum menikah.

"Kenal, tapi tidak dekat. Orangnya memang jarang di rumah karena sudah lama merantau, mungkin sekitar 20 tahun. Kalau pulang juga lebih banyak diam," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pulang kampung Sutrimo hampir tidak pernah berbaur dengan warga. Aktivitasnya lebih sering duduk santai di teras rumah orang tuanya sebelum kembali bekerja.

3. Hampir seluruh warga ikut mengantar ke pemakaman

Suasana saat kedatangan jenazah Sutrimo di rumah duka desa Wlahar Wangon, disebut jenazah tiba pada Kamis Malam, 23 Juli 2026 dan dikuburkan malam itu juga,.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Warga juga mengaku bahwa jenazah Sutrimo tiba di Desa Wlahar sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan ambulans. Setelah disalatkan, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah keluarga.

Proses pemakaman berlangsung malam hari dan dihadiri hampir seluruh warga desa.

"Hampir semua warga ikut mengantar sampai pemakaman. Setelah itu saya pulang sampai rumah sekitar setengah satu dini hari," tutur warga tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article