Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Agenda Transformasi Pendidikan Menengah Menuju Indonesia Emas

Kota Semarang
7 Agenda Transformasi Pendidikan Menengah Menuju Indonesia Emas
Para siswa SMA hadir dalam reuni ALJIRO SMANSA. (IDN Times/Dok Humas SMANSA)
  • Undip menekankan pendidikan menengah yang berkualitas, merata, dan inklusif sebagai fondasi agar perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang memperkuat industri, produktivitas, daya saing, dan human capital Indonesia.
  • ALJIRO SMANSA 2026 menggelar summit yang melibatkan siswa, guru, akademisi, pemerintah, industri, dan alumni; kajian, FGD, serta survei hampir 500 siswa menjadi dasar rekomendasi kebijakan.
  • Summit menghasilkan Youth Declaration 2026 dan National Policy Brief berisi tujuh agenda: kesiapan masa depan, pemerataan, kesehatan mental, literasi digital-AI, kemitraan industri, kapasitas guru, serta partisipasi generasi muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Pengelola kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyampaikan saat ini dibutuhkan kualitas sistem pendidikan menengah yang merata sehingga bisa menimbulkan dampak yang berpengaruh ketika lulusannya menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Rektor Undip Prof Suharnomo, menekankan bahwa kualitas lulusan perguruan tinggi tidak terlepas dari kualitas penerimaan mahasiswa. 

"Karena itu, pendidikan menengah perlu semakin berkualitas, merata, dan inklusif, agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang memperkuat industri, produktivitas, daya saing, dan human capital Indonesia," ujar Ketua Komite SMANSA Semarang ini dalam keterangan yang diterima IDN Times, Jumat (28/8/2026). 

  1. Reuni ALJIRO SMANSA hadirkan ratusan siswa guru dan akademisi

    Peserta menghadiri reuni SMANSA bertajuk Youth & Social Issues Summit 2026 di Hotel Santika Premiere Semarang.
    Reuni SMANSA bertajuk Youth & Social Issues Summit 2026, Indonesia Future Makers digelar di Hotel Santika Premiere Semarang.  (IDN Times/Dok Humas SMANSA)

    Adapun ALJIRO SMANSA 2026 belum lama ini mengadakan reuni akbar dengan semangat Beyond Nostalgia From School to Nation. Reuni SMANSA bertajuk Youth & Social Issues Summit 2026, Indonesia Future Makers digelar di Hotel Santika Premiere Semarang. 

    Selain dihadiri 250 siswa, guru, akademisi, pemerintah, dunia usaha/industri, dan alumni lintas generasi, juga terlihat hadir Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Ir Moch Abduh mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Hendrar Prihadi, Mantan Wali Kota Semarang. 

  2. Bonus demografi harus dikonversi jadi kekuatan bangsa

    Para narasumber hadir dalam kegiatan reuni ALJIRO SMANSA yang didokumentasikan oleh Humas SMANSA.
    Reuni ALJIRO SMANSA menghadirkan banyak narasumber. (IDN Times/Dok Humas SMANSA (

    Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji Ketua Umum ALJIRO SMANSA periode sebelumnya, juga bilang pentingnya human capital development dalam konteks Indonesia Emas 2045. 

    "Bonus demografi harus dikonversi menjadi kekuatan bangsa melalui pendidikan berkualitas, produktivitas, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya. 

    Prof Bulan Prabawani, President SDG Centre Undip, menyampaikan laporan kerjanya yakni hasil proses berbulan-bulan berupa kajian, FGD, dan survei nasional Siswa SLTA yang melibatkan hampir 500 responden. 

    Hasilnya menjadi evidence base bagi penyusunan national policy brief sekaligus bahan dialog dalam summit dan draft kerangka deklarasi dan draft policy brief. 

    Perspektif generasi muda dan dunia profesional hadir melalui Youth Talks bersama Yoris Sebastian, penggiat sociopreneur dan founder Inspigo; Mukmin, guru, stand-up comedian dan content creator dengan jutaan followers; serta Sulaiman Sindapati, talenta muda Pertamina yang menjabat Senior Executive Regional Jawa Bagian Tengah. 

    Ketiganya berbagi perspektif mengenai future skills, kreativitas, kesiapan dunia kerja, serta kompetensi menghadapi perubahan teknologi dan industri.

    Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dipandu Koeshartanto, Ketua Panitia Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 2026–2031.

  3. Siswa SMA hari ini, dua dekade mendatang jadi pemimpin

    Forum youth summit yang diinisiasi ALJIRO SMANSA dan SDGs Center UNDIP mengangkat isu kesejahteraan mental dan pendidikan.
    Alumni SMA Negeri 1 Semarang (ALJIRO SMANSA) dan SDGs Center Universitas Diponegoro (UNDIP) yang menginisiasi forum youth summit mengangkat tema besar Preparing Indonesia's Future Generation: Mental Well-being, Quality Education, and Digital Readiness. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Dialog mempertemukan DUDI, perspektif pemerintah, akademisi, industri, pendidik, dan generasi muda, bergerak dari evidence dan isu menuju solusi serta rekomendasi konkret.

    "Indonesia Emas 2045 sedang kita persiapkan hari ini. Mereka yang sekarang berada di pendidikan menengah, dua dekade lagi akan menjadi pemimpin dan tulang punggung produktivitas negeri. Memperkuat mereka hari ini adalah investasi sekaligus legacy kita bersama" ujar Koeshartanto.

    Summit ditutup dengan Youth Declaration 2026 dan National Policy Brief yang membawa Tujuh Agenda Transformasi Pendidikan Menengah: future readiness, pemerataan kualitas pendidikan, kesehatan mental, literasi digital dan AI, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, penguatan kapasitas guru, serta partisipasi generasi muda.

    Kedua dokumen tersebut menjadi legacy intelektual Summit sekaligus kontribusi ALJIRO–SMANSA kepada Pemerintah dalam penguatan pendidikan menengah dan pembangunan Human Capital menuju Indonesia Emas 2045.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More