Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Perempuan Banyumas Rayakan Hari Kartini, Main Padel Pakai Kebaya
Terinspirasi semangat Raden Ajeng Kartini, perempuan masa kini di Purwokerto bebas berekspresi aktif, solid, dan tetap seru main padel bersama kenakan kebaya, Selasa (21/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Kelompok perempuan Turtle Genk di Banyumas merayakan Hari Kartini dengan bermain padel sambil berkebaya, menampilkan semangat emansipasi dan kebebasan berekspresi di ruang olahraga.
  • Koordinator acara, Azizah, menekankan pentingnya dukungan sesama perempuan serta ruang aman untuk berbagi cerita agar tetap kuat menghadapi tekanan kehidupan modern.
  • Turtle Genk ingin menunjukkan bahwa tradisi dan kebebasan bisa berjalan beriringan, menjadikan olahraga sebagai cara baru merayakan semangat Kartini yang relevan di era kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Purwokerto, IDN Times - Perayaan Hari Kartini biasanya identik dengan lomba kebaya, upacara sekolah, atau panggung budaya. Namun, sekelompok perempuan yang tergabung dalam Turtle Genk memilih bermain padel sambil berkebaya dalam acara bertajuk Turtle Padel Celebrates Kartini Day.

Di tengah semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini, mereka ingin menunjukkan bahwa perempuan masa kini bebas mengekspresikan diri bahkan di lapangan olahraga.

Koordinator acara, Azizah, kepada IDN Times, Selasa (21/4/2026) menyampaikan semangat Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang ada di jiwa wanita Banyumas.

Bagi Azizah, esensi hari Kartini untuk merayakan kebersamaan dan kebahagiaan perempuan. "Kartini vibes, kuat dan gemilang, smash dikit, ketawa panjang, padel seru, yang penting senang,"selorohnya.

1. Kebaya, ditengah aktivitas modern dan dinamis

Walau tak biasa main Padel kenakan kebaya, ternyata ada pesan khusus didalamnya yakni kebaya bisa hadir ditengah aktivitas modern dan dinamis, Selasa (21/4/20206).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Menggabungkan kebaya dengan olahraga padel mungkin terdengar tidak biasa, tapi justru di situlah letak pesannya. Turtle Genk ingin membuktikan bahwa kebaya tidak hanya simbol formalitas atau tradisi, tetapi juga bisa hadir dalam aktivitas modern dan dinamis.

"Ini cara kami merayakan hari Kartini dengan versi kami sendiri, bahwa perempuan bisa tetap kuat, aktif, dan tetap membawa identitas budaya,"kata Azizah.

Menurutnya, pilihan padel karena olahraga ini sedang naik daun menjadi simbol bagaimana perempuan kini semakin leluasa mengakses ruang ruang yang dulu mungkin dianggap terbatas.

2. Perlu ruang aman berbagi cerita

Azizah sebut bahwa perempuan dengan pertemanan yang sportif adalah kekuatan ditengah kehidupan serba modern, Selasa (21/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Azizah menekankan bahwa perempuan hebat tidak berjalan sendiri. Menurutnya, memiliki lingkaran pertemanan yang suportif adalah kunci untuk tetap kuat ditengah tekanan kehidupan modern.

"Wanita hebat butuh teman teman yang menguatkan, mendukung, dan berbahagia bersama, jangan stres sendiri, berkumpul dengan teman sefrekuensi bisa membuat kita lebih bahagia,"ujarnya.

Jika Raden Ajeng Kartini hidup di era digital, Azizah membayangkan ia akan menyuarakan isu yang lebih dekat dengan kehidupan perempuan masa kini termasuk ruang aman untuk berbagi cerita.

"Bisa jadi mas, salah satu ide yang muncul bahkan cukup unik aplikasi khusus untuk tempat “curhat istri”, itu si hanya sebuah gambaran bagaimana kebutuhan emosional perempuan kini semakin disadari dan penting,"terangnya.

3. Perayaan lebih berfokus pada budaya

Semangat Kartini juga bisa diterjemahkan dalam aktivitas fisik yang menyehatkan dan membebaska, Selasa (21/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Menariknya, Turtle Genk juga menyoroti sisi lain dari perayaan Kartini yang jarang disadari adalah olahraga. Selama ini, perayaan lebih banyak berfokus pada simbol budaya, padahal semangat Kartini juga bisa diterjemahkan dalam aktivitas fisik yang menyehatkan.

"Bermain padel dengan kebaya artinya perempuan tidak harus memilih antara tradisi dan kebebasan, keduanya bisa berjalan beriringan.

Ditambahkan, apa yang dilakukan Turtle Genk bisa jadi adalah hal sederhana, bermain padel sambil tertawa bersama. Tapi di balik itu, perempuan yang merayakan dirinya sendiri tanpa batas, tanpa stereotip. "Diera sekarang, semangat Kartini tidak sebatas melawan keterbatasan, tetapi juga tentang menciptakan ruang baru,"pungkas Azizah.

Editorial Team