Semarang, IDN Times - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berjalan dengan pengawasan ketat. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan dan praktik perjokian yang dilakukan peserta.
Cegah Perjokian, UTBK-SNBT 2026 di Undip Semarang Diawasi Ketat

1. Peserta tidak bisa memilih lokasi ujian
Wakil Rektor I Undip, Prof. Heru Susanto menyampaikan, pelaksanaan UTBK-SNBT tidak menutup kemungkinan akan menjumpai peserta yang melakukan upaya kecurangan dengan berbagai cara.
‘’Seperti pada UTBK-SNBT 2025, Undip juga berhasil menemukan peserta yang diduga akan melakukan kecurangan saat pelaksanaan ujian dengan memasang alat komunikasi,’’ ungkapnya, Selasa (21/4/2026).
Maka itu, pelaksanaan ujian tahun ini terdapat ketentuan peserta tidak bisa langsung memilih lokasi ujian.
"Misalnya, memilih (lokasi ujian) kotanya Semarang begitu. Akan tetapi, mereka tidak bisa memilih Semarang itu apakah di Undip atau mungkin di tempat lain," terang Heru.
2. Skrining sebelum peserta masuk ruang ujian
Langkah tersebut dilakukan panitia UTBK-SNBT 2026 sebagai kontrol pengawasan terhadap praktik kecurangan. Kemudian, juga terdapat pembaharuan pada sistem, perangkat, langkah teknis, termasuk metode skrining terhadap peserta UTBK-SNBT pada tahun ini.
"Dengan perbaikan yang dilakukan dari pusat, kemudian yang dijalankan Undip, ditambah beberapa instrumen, seperti skrining sebelum peserta masuk, mestinya hal-hal yang tidak diinginkan itu bisa dihindari," jelasnya.
Adapun, panitia terbuka jika ada informasi yang mengindikasikan potensi terjadinya kecurangan yang dilakukan peserta UTBK-SNBT agar bisa diantisipasi.
"Kami sangat welcome ketika ada informasi-informasi yang kemudian mengindikasikan bahwa adanya kecurangan dilakukan oleh peserta," kata Heru.
3. Siagakan 68 ruang ujian
Sementara itu, sebanyak 23.933 peserta mengikuti UTBK-SNBT 2026 di Undip yang berlangsung pada 21-29 April 2026. Lokasi ujian tersebar di fakultas dan sekolah di kampus Undip Tembalang maupun Pleburan.
Untuk mendukung ujian, Undip menyiapkan 1.400 komputer. Dalam satu hari terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pagi dimulai pukul 06.45 WIB dan sesi siang dimulai pukul 12.30 WIB.
Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof. Paramita Prananingtyas mengatakan, untuk menyambut ribuan peserta dari berbagai daerah.
Pihaknya telah menyiagakan 68 ruang ujian dengan total 18 sesi untuk memastikan setiap peserta mendapatkan fasilitas ujian yang standar dan kondusif bagi kelancaran pengerjaan soal,” jelasnya.
4. Syarat yang harus dipenuhi peserta
Adapun, kata Paramita, peserta telah diatur sedemikian rupa, termasuk memberikan perhatian khusus dengan memfasilitasi peserta disabilitas, termasuk tuna daksa dan tuna rungu, yang ditempatkan pada lokasi khusus di Gedung Fakultas Hukum.
Kemudian, untuk menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi utama seleksi nasional ini, panitia telah menginstruksikan seluruh jajaran pengawas dan penanggung jawab lokasi untuk menerapkan pengawasan yang ketat namun tetap humanis guna mencegah segala bentuk praktik kecurangan akademik di lingkungan kampus Undip.
‘’Kami mengingatkan peserta untuk mematuhi seluruh tata tertib, termasuk kewajiban membawa dokumen identitas diri yang valid serta hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan,’’ terangnya.
Sementara, syarat yang harus dipenuhi, peserta diwajibkan membawa dokumen seperti Kartu Tanda Peserta Ujian, identitas diri asli, serta fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi bagi lulusan tahun 2024 dan 2025. Peserta lulusan tahun 2026 wajib melampirkan Surat Keterangan Lulus Kelas XII asli yang dilengkapi pasfoto berwarna serta stempel resmi sekolah sebagai bentuk verifikasi keabsahan data.