Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Semarang 14 Mei 2026: Ancaman Badai Petir dan Rob Ekstrem
Ilustrasi hujan (IDN Times/Anata)
  • BMKG memperingatkan cuaca Semarang 14 Mei 2026 didominasi awan tebal, hujan badai lokal, dan risiko banjir rob ekstrem akibat pasang laut tinggi.
  • Peluang hujan badai meningkat dari 35% sore menjadi 50% malam hari, dengan indeks UV sedang karena langit tertutup awan konvektif.
  • Kawasan pesisir seperti Genuk, Semarang Utara, dan Tugu berisiko tinggi terdampak genangan rob saat puncak pasang laut astronomis terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memantau perubahan cuaca merupakan langkah penting bagi masyarakat sebelum memulai aktivitas harian. Pada Kamis, 14 Mei 2026, kondisi atmosfer wilayah Semarang Raya menunjukkan dinamika yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Langit berawan tebal diprakirakan mendominasi sejak pagi, disusul ancaman hujan badai lokal serta risiko banjir rob ekstrem di kawasan pesisir akibat fase pasang laut.

Berdasarkan data terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), warga di kawasan pesisir utara wajib meningkatkan kesiagaan penuh. Ancaman banjir rob dipicu oleh akumulasi koefisien pasang surut air laut yang mencapai angka sangat tinggi pada tengah hari hingga malam hari.

1. Rincian cuaca per jam di Semarang

Ilustrasi Hujan (IDN Times/Sunariyah)

Waktu (WIB)

Kondisi Cuaca

Suhu

Kelembapan

Arah & Kecepatan Angin

06:00

Berawan

26°C

88%

Selatan, 3,2 km/jam

09:00

Berawan Tebal

31°C

70%

Timur, 3,2 km/jam

12:00

Berawan / Mendung

33°C

65%

Timur Laut, 4,8 km/jam

15:00

Hujan Ringan Lokal

32°C

69%

Utara, 6,4 km/jam

18:00

Hujan Ringan / Berawan

29°C

79%

Utara, 3,2 km/jam

21:00

Hujan Badai Berpetir

28°C

84%

Selatan, 3,2 km/jam

2. Indeks keselamatan dan kondisi luar ruangan

Ilustrasi hujan (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Memasuki aspek keselamatan, Indeks UV maksimal berada pada kategori Sedang (Skala 3-4) pada pukul 11.00 – 14.00 WIB akibat tertutupnya langit oleh pasokan awan konvektif. Di sisi lain, peluang terjadinya hujan badai atau petir melonjak tajam dari 35% pada sore hari menjadi 50% pada malam hari (pukul 17.00 – 20.00 WIB). Masyarakat diimbau segera menjauhi pohon tinggi dan struktur besi terbuka saat kilat mulai terlihat.

Laporan dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas menunjukkan tinggi gelombang di perairan Semarang–Demak cukup tenang, yakni sekitar 0,1 – 0,5 meter. Walaupun gelombang laut terpantau rendah, koefisien pasang surut air laut mencatatkan angka ekstrem antara 88 hingga 95. Angka koefisien di atas 90 ini mencerminkan amplitudo gaya tarik astronomis yang sangat kuat, sehingga memicu lonjakan pasang maksimum permukaan air laut secara signifikan di dermaga pelabuhan.

3. Peta risiko peringatan dini

Ilustrasi Hujan (IDN Times/Sunariyah)

Kombinasi antara curah hujan lokal dan puncak pasang laut astronomis memicu peringatan dini genangan bagi beberapa kawasan pesisir bawah:

  • Kecamatan Genuk: Risiko banjir rob tinggi melingkupi area Kaligawe dan perbatasan Sayung, yang dapat diperparah oleh potensi sumbatan saluran drainase saat turun hujan sore hari.

  • Kecamatan Semarang Utara: Kerentanan genangan tinggi mengintai kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Tambak Lorok, dan Panggung Lor akibat limpasan air pasang.

  • Kecamatan Tugu (Mangkang): Terdapat potensi genangan rob di area tambak serta permukiman pesisir Mangkang Kulon dan Mangunharjo.

Dinamika cuaca yang ekstrem ini menuntut persiapan fisik dan kendaraan secara matang sebelum bepergian. Pastikan jas hujan selalu tersedia dan hindari rute rawan genangan pada sore hingga malam hari. Bagikan informasi cuaca dari BMKG dan Sistem Informasi Pasang Surut Solunar ini ke grup percakapan keluarga maupun rekan kerja agar semua pihak siap menghadapi potensi rob dan badai petir hari ini!

Editorial Team