Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekolah Rakyat Banyumas Sebut Harga Sepatu Maksimal Rp200 Ribu
Salah satu siswa sekolah rakyat di Banyumas disela sela jam belajar menunjukkan jatah sepatu yang disesuaikan dengan pagu anggaran di Banyumas, Rabu (13/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Sekolah Rakyat Banyumas menegaskan pengadaan sepatu siswa dilakukan transparan dengan harga maksimal Rp200.000 per pasang, mengikuti aturan PPK tanpa adanya mark-up.
  • Setiap proses pengadaan dilengkapi administrasi ketat seperti berita acara, dokumentasi penerimaan barang, dan tanda tangan siswa untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.
  • Selain pengadaan fasilitas, sekolah fokus pada pembentukan karakter lewat program Satru Pakal Yana yang menanamkan nilai ibadah, kebersihan, literasi, empati, serta kedisiplinan siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyumas, IDN Times - Kepala Sekolah Rakyat (SR) MP 13 Banyumas memastikan pengadaan sepatu untuk siswa dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Harga maksimal per pasang hanya Rp200.000, baik dari drop-in pusat maupun pengadaan mandiri sekolah.

Kepada IDN Times, Rabu (13/5/2026), Kepala Sekolah Siti Isbandiyah menjelaskan bahwa setelah 10 bulan beroperasi, sekolah terus fokus pada peningkatan kualitas siswa, termasuk fasilitas pendukung seperti sepatu.

"Kami ada yang drop-in dari pusat, ada juga yang kami diberi kesempatan pengadaan sendiri. Tapi semuanya mengikuti aturan ketat dari PPK. Harga maksimal Rp200.000 untuk sepatu anak-anak,"ujarnya.

Menurutnya, pengadaan tidak dilakukan sembarangan. Sekolah selalu berkonsultasi dengan pusat sebelum membeli barang di atas nilai tertentu. Untuk barang di bawah Rp1 juta seperti alat olahraga dan sepatu, sekolah boleh mengurus sendiri dengan tetap mengikuti spesifikasi yang ditentukan.

1 Beragam Jenis Sepatu, Semua Standar dan Terpantau

Kepala sekolah rakyat di Banyumas, Siti Isbandiyah (kanan) menyebut bahwa anggaran pengadaan terutama sepatu sesuai ketentuan maksimal hanya Rp200 Ribu, Rabu (13/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Beberapa pengadaan bahkan berhasil ditekan di bawah pagu, seperti sandal gunung yang hanya Rp125.000 per pasang. "Kami selalu tawar menawar dengan vendor. Kalau ada yang terlalu mahal, kami cari alternatif yang kualitasnya setara tapi harganya lebih masuk akal,"tambah Siti Isbandiyah.

Administrasi pengadaan juga sangat ketat. Setiap barang yang diterima dilengkapi Berita Acara Serah Terima, foto siswa satu per satu saat menerima barang, hingga tanda tangan penerima. Baik untuk sepatu, tas, pakaian, hingga perlengkapan kebersihan diri.

Siswa mendapatkan beberapa jenis alas kaki sesuai kebutuhan antara lain Sepatu sekolah (hitam), Sepatu olahraga, Sandal gunung (untuk kegiatan outing), Sandal jepit

2. Fokus utama, transformasi karakter anak

Salah satu fokus di sekolah rakyat banyumas adalah pembinaan karatkter berkelanjutan, nampak beberap siswa yang dijemput orangtua saat jelang libur untuk pulang menengok tumah, Rabu (13/5/2026).(IDN Times/Cokie 6)

Pengadaan fasilitas seperti sepatu hanyalah bagian kecil dari misi besar Sekolah Rakyat. Sekolah mengutamakan program Satru Pakal Yana atau Enam Wujud Kebaikan yang mencakup:

  • Ibadahku, Pembiasaan sholat 5 waktu berjamaah, tahajud, puasa sunnah Senin-Kamis, hingga hafalan Juz 30.

  • Hobiku, Penyaluran bakat tari, seni, dan olahraga.

  • SR Berseri, Inspeksi pagi untuk kebersihan diri, kamar, dan lingkungan.

  • Gita Cita, Peningkatan literasi, numerasi, dan digitalisasi.

  • Sahabat, Satu hari satu kebaikan.

  • Salam Cinta, Pembiasaan mengucapkan terima kasih, mohon maaf, dan salam santun.

Kepala Sekolah menekankan bahwa adab dan karakter harus mendahului ilmu pengetahuan. "Anak-anak yang datang dengan berbagai latar belakang, Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih disiplin, sehat, dan punya empati tinggi,"katanya.

Salah satu cerita inspiratif adalah siswa yang dulu sering bicara "minggat" (kabur) kini menjadi ketua serambi sekolah.

3. Transparansi jadi prioritas

Kepala sekolah rakyat di Banyumas menyebut bahwa proses pengadaan barang ditempatnya dilakukan melalui proses dan diawasi ketat, Rabu (13/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Kepala Sekolah menegaskan bahwa segala proses pengadaan diawasi ketat. Baik drop-in pusat maupun pengadaan mandiri selalu dilaporkan dengan rapi. "Kami patuh pada aturan. Tidak ada semau gue. Kalau kualitas tidak sesuai spesifikasi, kami juga warning vendor," tegasnya.

Dengan anggaran yang wajar dan pemanfaatan yang tepat sasaran, Sekolah Rakyat Banyumas terus membuktikan komitmennya mendidik anak anak dari kalangan rakyat dengan fasilitas yang layak tanpa pemborosan.

Program ini diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan sekolah berbasis karakter yang transparan di tengah berbagai isu yang beredar di masyarakat.

Editorial Team