Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

RS Kardiologi Emirates-Indonesia Solo Layani Pasien BPJS Kesehatan

RS Kardiologi Emirates-Indonesia Solo Layani Pasien BPJS Kesehatan
RS Kardiologi Emirates-Indonesia. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • RS Kardiologi Emirates-Indonesia Solo resmi melayani pasien BPJS Kesehatan, memperluas akses pengobatan jantung berstandar internasional bagi masyarakat.
  • RS KEI menjadi rumah sakit ke-55 di wilayah Surakarta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, fokus pada layanan kardiologi rujukan dan darurat.
  • Pasien BPJS dengan kondisi gawat darurat dapat langsung datang ke IGD RS KEI tanpa surat rujukan, memastikan pelayanan cepat dan inklusif untuk semua lapisan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI) resmi membuka layanan untuk pasien peserta BPJS Kesehatan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pengobatan jantung dengan fasilitas rumah sakit berstandar internasional.

Peresmian layanan BPJS Kesehatan di RS KEI dilakukan melalui Grand Launching yang digelar pada Rabu (13/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi, Direktur RS Kardiologi Emirates-Indonesia dr. Ali Zaenal Abidin, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari.

1. Respati sebut layanan kesehatan makin merata.

IMG_0747.jpeg
RS Kardiologi Emirates-Indonesia bekerjasama dengan pelayanan BPJS Kesehatan. (Dok/Istimewa)

Wali Kota Solo Respati Ardi mengapresiasi kerja sama antara RS KEI dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, keberadaan rumah sakit khusus jantung yang menerima pasien BPJS menjadi langkah penting untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Ini menjawab tantangan betul bahwa di sekitar tidak hanya warga Solo tapi Jateng bahkan lintas Provinsi untuk dapat menjadi alternatif berobat,” kata Respati.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Solo akan terus mengawal pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa memperoleh akses layanan yang mudah dan terjangkau.

“Kami berkomitmen atas nama Pemerintah Kota untuk mengawal pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Kardiologi agar terjalin pelayanan prima untuk masyarakat,” jelasnya.

Respati berharap fasilitas modern yang dimiliki RS KEI dapat menjadi solusi penanganan penyakit jantung yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.

“Kita memahmi penyakit jantung ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia. Oleh karena itu keberadaan fasilitas yang modern tapi tetap inklusif dan humanis untuk melayani warga tanpa membeda-bedakan. Saya berharap Rumah Sakit Kardiologi ini menjadi layanan kesehatan unggulan dan tentu menjadi jawaban hadirnya Pemerintah dalam nelayani masyarakat,” terangnya.

2. RS KEI jadi rumah sakit ke-55 yang bekerja sama dengan BPJS.

IMG_2768.jpeg
RS Kardiologi Emirates-Indonesia. (IDN Times/Larasati Rey)

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari mengatakan RS KEI menjadi rumah sakit ke-55 yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di wilayah Surakarta.

Menurut Debbie, rumah sakit tersebut fokus pada pelayanan khusus kardiologi atau penyakit jantung, baik untuk layanan rujukan maupun kondisi darurat.

“Rumah Sakit KEI ini rumah sakit khusus kardiologi sehingga terkait dengan pelayanannya khusus kardiologi sesuai dengan rujukan dan pelayanan emergency. Dan april kemarin sudah dilakukan kredensiali dan kemudian 1 Mei sudah resmi bekerja sama. Namun secara sistem dan sebagainya baru kemarin per hari senin sudah bisa melayani pasien BPJS Kesehatan,” paparnya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan semakin mempermudah peserta BPJS Kesehatan mendapatkan layanan spesialis jantung di Solo.

3. Pasien gawat darurat bisa langsung datang ke IGD.

IMG_9355.jpeg
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Dubes UEA Abdulla AlDhaheri mengunjungi RS Kardiologi Emirates-Indonesia (RSKEI) Solo. (Dok/Humas Pemkot Solo).

Direktur RS Kardiologi Emirates-Indonesia dr. Ali Zaenal Abidin memastikan pihaknya siap memberikan pelayanan maksimal bagi pasien BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan pasien BPJS dengan kondisi darurat dapat langsung datang ke unit gawat darurat tanpa harus membawa surat rujukan terlebih dahulu.

“Jadi seperti diketahui mekanisme pasien BPJS kalau memang indikasi kegawatan bisa langsung datang ke Unit Gawat Darurat kami. Akan tetapi pasien-pasien yang stabil nanti memang tetap melalui proses rujukan melalui FKTP Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama,” bebernya.

Ali menyebut rumah sakit sudah mulai menerima pasien BPJS sejak Senin lalu. Dengan cakupan peserta BPJS Kesehatan yang kini mencapai lebih dari 98 persen masyarakat Indonesia, ia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa mengakses layanan jantung di RS KEI.

“Sebagai mana kita ketahui saat ini BPJS Kesehatan sudah merupkan Universal Health Coverage (UHC) sudah lebih dari 98 persen masyarakat Indonesia. Sehingga harapannya dengan masukanya BPJS Kesehatan bisa semua lapisan masyarakat bisa dilakukan perawatan. Nanti hampir semua tindakan berkaitan dengan jantung nanti tercover, mulai dari tindakan katerisasi pada serangan jantung, tindakan operasi bedah jantung dan semua tercover BPJS,” imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More